Borong Penghargaan Ekonomi Hijau, Strategi ‘BISA BAIK’ AZKO Sukses Selamatkan Lingkungan dari Limbah Berbahaya

Navaswara.com – Langkah berani diambil oleh PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (AHI) dalam menyeimbangkan ambisi bisnis dan kelestarian alam. Di tengah ekspansi besar-besaran dengan pembukaan 27 toko AZKO dan peluncuran merek NEKA, perusahaan ritel raksasa ini membuktikan bahwa pertumbuhan usaha harus berjalan selaras dengan tanggung jawab terhadap bumi. Bukan sekadar mengejar angka penjualan, AHI justru menonjolkan prestasi di bidang keberlanjutan melalui langkah nyata yang berdampak langsung pada masyarakat.

Salah satu pencapaian yang mencuri perhatian adalah penguatan tata kelola limbah elektronik melalui kolaborasi strategis bersama mitra tersertifikasi. Langkah ini menjadi solusi konkret atas isu lingkungan yang kerap terabaikan di industri ritel gaya hidup. Kesadaran masyarakat akan bahaya sampah elektronik coba dibangun AHI melalui program BISA BAIK (Bersama Atasi Sampah Barang Elektronik). Program ini bukan sekadar seremoni, melainkan aksi nyata yang telah diperluas ke 25 toko AZKO di 18 kota besar Indonesia, mulai dari Medan, Surabaya, Semarang, Bogor, hingga Bandung.

Gregory S. Widjaja, Direktur PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk menyampaikan, “Transformasi yang kami jalankan menjadi fondasi penting dalam memperkuat arah pertumbuhan AHI ke depan. Melalui AZKO, kami terus memperkuat relevansi dan kedekatan dengan pelanggan dengan menghadirkan solusi yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.”

Inisiatif lingkungan ini tercatat telah berhasil mengumpulkan total 6,3 ton sampah elektronik. Gerakan tersebut bertujuan mencegah pencemaran lingkungan akibat zat berbahaya dalam perangkat elektronik sekaligus mengurangi beban limbah yang menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Prestasi AHI dalam mendukung target BAPPENAS terkait Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) juga tercermin lewat program AZKO Berbagi Cahaya, di mana perusahaan aktif mengedukasi masyarakat mengenai efisiensi energi.

Hingga saat ini, sebanyak 5.500 lampu LED hemat energi telah disalurkan ke berbagai penjuru negeri, menyasar rumah penduduk, puskesmas, sekolah, hingga rumah ibadah di wilayah seperti Abepura, Sorong, hingga Singaraja. Targetnya pun ambisius, yakni menjangkau 30.000 rumah dan ratusan fasilitas publik pada tahun 2030 mendatang. Selain fokus pada limbah dan energi, AHI aktif melakukan aksi penghijauan melalui penanaman 4.300 pohon yang diproyeksikan mampu menyerap sekitar 1.539 ton CO2.

Berkat konsistensi dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), AHI sukses memborong berbagai apresiasi bergengsi, termasuk Anugerah Ekonomi Hijau dan Padmamitra Award DKI Jakarta. Langkah ini membuktikan bahwa transformasi perusahaan menjadi fondasi untuk pertumbuhan masa depan yang tetap adaptif namun tetap memegang teguh nilai-nilai keberlanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *