Navaswara.com – Pertandingan antara Chelsea dan Manchester United dalam lanjutan Liga Inggris berlangsung sengit. Sejak awal laga, Chelsea tampil percaya diri dan menekan lewat permainan cepat dan umpan-umpan pendek. Sementara Manchester United memilih tampil lebih disiplin dengan mengandalkan serangan balik yang terorganisir.
Chelsea yang bermain di hadapan pendukungnya sendiri, tampil sangat dominan dan terus menekan pertahanan tim tamu. Namun, keberuntungan tampaknya enggan berpihak pada anak asuh Liam Rosenior.
Sejak awal babak pertama, The Blues sudah menebar ancaman serius, salah satunya melalui aksi gemilang Estevao yang nyaris membuka keunggulan andai tendangan melengkungnya tidak membentur tiang gawang yang dikawal oleh Senne Lammens. Kegagalan ini tampaknya menjadi awal dari rangkaian nasib buruk bagi tuan rumah.
Manchester United sendiri datang dengan kondisi pincang akibat badai cedera yang menghantam lini pertahanan mereka. Hal ini memaksa Michael Carrick untuk memasang duet darurat antara Ayden Heaven dan Noussair Mazraoui di jantung pertahanan.
Meski terus ditekan dan hampir tidak memberikan ancaman berarti di awal laga, Setan Merah menunjukkan efektivitas yang luar biasa. Di tengah kepungan pemain Chelsea, sebuah momentum krusial terjadi tepat sebelum turun minum pada menit ke-43.
Berawal dari pergerakan Bruno Fernandes di sisi sayap, sang kapten mengirimkan umpan silang akurat yang berhasil dimanfaatkan dengan sempurna oleh Matheus Cunha. Penyerang asal Brasil itu melepaskan sontekan terarah yang tak mampu dibendung oleh Robert Sanchez, membuat publik Stamford Bridge terdiam dan membawa United unggul satu gol saat jeda.
Memasuki babak kedua, Chelsea meningkatkan intensitas serangan untuk mencetak gol penyeimbang. Gelombang serangan terus dialirkan melalui Cole Palmer dan Pedro Neto, namun tiang gawang kembali menjadi mimpi buruk bagi tim London Barat tersebut.
Liam Delap hampir saja mencatatkan namanya di papan skor melalui sundulan kepala yang sangat tajam, tapi bola lagi-lagi hanya menghantam mistar gawang. Tidak berhenti di situ, Wesley Fofana yang maju membantu serangan juga mengalami nasib serupa ketika upayanya membentur kerangka gawang.
Total tiga kali bola membentur tiang gawang menjadi bukti betapa frustrasinya barisan penyerang Chelsea kala itu. Ketidakberuntungan ini diperparah dengan cederanya beberapa pemain kunci seperti Estevao yang harus ditarik keluar lebih awal, menambah beban berat bagi strategi Rosenior di sisa pertandingan.
Di sisi lain, Manchester United tetap disiplin dalam bertahan meskipun terus digempur habis-habisan oleh tuan rumah. Keberhasilan mereka menjaga keunggulan 0-1 hingga peluit panjang berbunyi menjadi kemenangan yang sangat berarti secara taktis maupun mmental
Kemenangan tipis lewat gol tunggal Matheus Cunha ini sekaligus memperlebar jarak di papan klasemen, mengokohkan posisi Manchester United di tiga besar dan memberikan pukulan telak bagi ambisi Chelsea untuk merangkak naik ke zona Eropa.
