Final Piala FA, Kontroversi Warnai Laga Kekalahan Chelsea dari Manchester City

Navaswara.com – Pertandingan final Piala FA 2026 antara Chelsea melawan Manchester City di Stadion Wembley berlangsung sengit. Duel raksasa Inggris ini akhirnya dimenangkan Manchester City dengan skor tipis 0-1, sekaligus memastikan trofi Piala FA kembali jatuh ke tangan pasukan Pep Guardiola.

Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Manchester City tampil dominan dalam penguasaan bola. Kevin De Bruyne dan Rodri berhasil mengatur ritme permainan dari lini tengah, sementara Erling Haaland beberapa kali mencoba membongkar pertahanan Chelsea yang dikawal Reece James dan Wesley Fofana.

Meski City lebih banyak menekan, Chelsea tetap mampu memberikan ancaman melalui serangan balik yang dipimpin Cole Palmer dan Joao Pedro. Chelsea bahkan sempat memperoleh peluang emas di pertengahan babak pertama ketika Palmer melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti, namun bola masih bisa diamankan kiper City.

Di sisi lain, Haaland juga nyaris membawa Manchester City unggul sebelum turun minum. Sayang, peluang tersebut masih dapat digagalkan Robert Sanchez. Hingga babak pertama berakhir, kedua tim sama-sama belum mampu mencetak gol.

Memasuki paruh kedua, tempo pertandingan semakin meningkat. Chelsea tampil lebih menyerang dan beberapa kali memaksa lini belakang City bekerja keras. Namun momentum pertandingan akhirnya berubah pada menit ke-72.

Berawal dari pergerakan cepat Haaland di sisi kanan, penyerang asal Norwegia itu mengirim umpan mendatar ke depan gawang. Antoine Semenyo yang berada dalam posisi membelakangi gawang secara cerdik melepaskan sontekan tumit yang mengecoh Robert Sanchez dan membuat Manchester City unggul 0-1.

Usai tertinggal, Chelsea mencoba meningkatkan intensitas serangan. Beberapa peluang emas sempat tercipta, termasuk situasi kontroversial ketika Chelsea mengklaim terjadi pelanggaran di kotak penalti. Namun, wasit dan VAR memutuskan tidak memberikan hadiah penalti yang memicu protes dari kubu The Blues.

Manchester City akhirnya mampu mempertahankan skor hingga peluit panjang dibunyikan. Kemenangan ini membuat pasukan Pep Guardiola sukses meraih gelar Piala FA kedelapan dalam sejarah klub sekaligus menambah koleksi trofi Guardiola bersama City. Sementara bagi Chelsea, kekalahan ini memperpanjang penantian mereka untuk kembali meraih trofi domestik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *