OJT Jadi Ruang Belajar Nyata Taruna Akmil Kenali Tugas Perwira

Navaswara.com — Barisan taruna berdiri tegap di lapangan, menatap ke depan dengan disiplin yang terjaga. Di balik keseragaman gerak dan sikap, tersimpan semangat untuk belajar lebih dekat dengan realitas tugas militer. Momen itu menjadi awal dari langkah penting pembentukan kepemimpinan, ketika Gubernur Akademi Militer Rano Tilaar memimpin langsung laporan kesiapan On the Job Training OJT Taruna Tingkat III Tahun Pendidikan 2025/2026.

Kegiatan yang digelar di Lapangan Mako Mentar Akmil tersebut menandai dimulainya program latihan lapangan yang akan berlangsung pada 13 hingga 22 April 2026. OJT menjadi bagian strategis dalam pendidikan taruna, sebagai implementasi materi pembinaan satuan, kepemimpinan, komunikasi militer, serta metodologi penelitian yang selama ini dipelajari di ruang kelas.

Dalam amanatnya, Mayjen TNI Rano Tilaar menegaskan bahwa OJT merupakan kesempatan bagi taruna untuk memahami secara langsung dinamika tugas di satuan TNI Angkatan Darat. Lokasi latihan meliputi sejumlah satuan strategis, seperti Kodam V Brawijaya, Divif 2 Kostrad, dan Skadron 31 Amur Yudha Cakti Puspenerbad.

Melalui kegiatan ini, para taruna diharapkan mampu memperoleh gambaran nyata mengenai tanggung jawab seorang komandan peleton, perwira urusan, maupun jabatan setingkat lainnya di lingkungan militer.

Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan waktu latihan yang relatif singkat dengan optimal. Para taruna diminta tidak hanya mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh, tetapi juga menunjukkan sikap dan karakter sebagai calon perwira yang berlandaskan nilai Budhi Bhakti Wira Utama.

“Setiap taruna harus mampu menjaga sikap, disiplin, dan integritas, baik dalam kedinasan maupun dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan prajurit,” tegasnya.

Selain itu, faktor keamanan dan keselamatan menjadi perhatian utama selama pelaksanaan latihan. Gubernur Akmil menginstruksikan agar seluruh kegiatan diawali dengan doa, dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, serta tetap mematuhi kode kehormatan dan Peraturan Khusus Taruna.

Pengawasan latihan juga akan dilakukan secara intensif oleh jajaran Akmil, guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana dan memberikan hasil optimal.

Program OJT ini tidak hanya menjadi bagian dari kurikulum pendidikan militer, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam membentuk kualitas kepemimpinan generasi perwira TNI di masa depan. Dengan pengalaman langsung di lapangan, taruna diharapkan mampu menjembatani teori dan praktik, sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi tantangan tugas yang sesungguhnya.

Di tengah tuntutan profesionalisme militer yang semakin kompleks, pembinaan sejak dini melalui pendekatan praktis seperti OJT menjadi fondasi penting dalam mencetak pemimpin yang tangguh, adaptif, dan berintegritas bagi bangsa dan negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *