Navaswara.com — Nuansa hangat penuh kekeluargaan terasa sejak pagi, ketika para anggota keluarga besar saling bersalaman, bertukar kabar, dan berbagi senyum dalam suasana yang akrab. Percakapan ringan mengalir di antara generasi yang berbeda, mempertemukan kembali ikatan yang mungkin sempat terpisah oleh waktu. Dalam kebersamaan itu, Halal Bihalal menjadi lebih dari sekadar tradisi, tetapi ruang mempererat nilai persaudaraan yang hidup dan terus diwariskan.
Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh HIMA Lubis berlangsung pada Sabtu, 11 April 2026, di Puskesad Pusat Kesehatan Angkatan Darat, Jakarta Timur. Kegiatan ini mengusung tema “Sada Hita Marga Lubis, Sada Tujuan Mambangun Parsaudaraan Na Marsada Dohot Na Kokoh.” yang bermakna tekad bersama untuk membangun persaudaraan yang kuat dan melahirkan nilai-nilai positif dalam kehidupan bermasyarakat.
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus, tokoh keluarga, serta berbagai elemen masyarakat lintas parsadaan. Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Bapak Prof. Dr. Bomer Pasaribu, mantan Menteri Tenaga Kerja, ex Sekjen Kementeria Keuangan, Dr. Mulia P Nasution, DESS yang kini menjabat Ketua Umum Forum Komunikasi Lintas Parsadaan Masyarakat Tabagsel, Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution, Ketua Dewan Pembina DPP HIMA LUBIS, Dr. Fadlansyah Lubis, S.H., LL.M., Ketua Dewan Penasehat DPP HIMA LUBIS, Ir. M.M Azhar Lubus, M.A., serta para ketua parsadaan dari wilayah Tapanuli Bagian Selatan, serta perwakilan Parsadaan/Paguyuban Marga lain, seperti IKANAS, marga Harahap, Siregar, bersama lintas marga di Jakarta.
Ketua Umum HIMA Lubis Fajaruddin Lubis menegaskan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat fondasi organisasi dan solidaritas keluarga besar.

“Saya berharap kebersamaan ini tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi mampu menjadi penguat langkah kita dalam membangun organisasi yang lebih solid, berdaya, dan bermanfaat,” ujarnya.
Selain menjadi ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, kegiatan ini juga diisi dengan tausiyah, hiburan, serta berbagai interaksi sosial yang mempererat hubungan antaranggota. Kehadiran berbagai tokoh lintas daerah menunjukkan kuatnya jejaring sosial berbasis kekerabatan yang terus terjaga.
Dalam perspektif sosial dan kebangsaan, kegiatan ini mencerminkan pentingnya peran komunitas keluarga dalam menjaga kohesi sosial. Ikatan yang terbangun tidak hanya memperkuat nilai budaya, tetapi juga berpotensi menjadi modal sosial dalam mendorong kolaborasi, termasuk dalam pengembangan ekonomi berbasis komunitas dan UMKM keluarga.
Melalui momentum Halal Bihalal ini, HIMA Lubis diharapkan terus menjadi ruang pemersatu yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga mendorong kontribusi nyata bagi masyarakat. Di tengah perubahan zaman, kekuatan persaudaraan tetap menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan yang harmonis dan berkelanjutan.
