Navaswara.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, meninjau langsung Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 di Jombang, Jawa Timur. Kehadirannya bertujuan memastikan pemerataan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di wilayah tersebut.
Pemerintah menargetkan program ini sebagai jawaban atas ketimpangan hak dasar yang selama ini dialami kelompok rentan. Arifah menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah nyata negara untuk menghadirkan keadilan sosial bagi generasi muda yang seringkali terabaikan.
“Presiden tidak menginginkan ada anak Indonesia yang tidak bisa makan, sakit, atau tidak bisa menempuh pendidikan,” ujar Arifah. Ia menegaskan bahwa pemenuhan hak dasar adalah prioritas utama pemerintah dalam membangun fondasi bangsa yang kuat.
Di lokasi, Arifah mengamati antusiasme seratus siswa angkatan perdana yang menghuni asrama di Desa Mancilan, Mojoagung. Fasilitas ini menjadi ruang baru bagi anak-anak yang sebelumnya terhambat kendala biaya untuk melanjutkan studi ke jenjang SMP maupun SMA.
Arifah menyebutkan bahwa kehadiran sekolah ini mampu membangkitkan kembali harapan siswa yang sempat merasa sekolah adalah hal mustahil. Program tersebut secara otomatis meringankan beban keluarga sehingga orang tua tidak lagi cemas memikirkan biaya keberlanjutan pendidikan anak-anak mereka.
Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Agus Purnomo, menambahkan bahwa para siswa tidak berjalan sendiri dalam proses belajar ini. “Siswa didampingi, dibimbing, dan diarahkan oleh berbagai pihak agar mampu berkembang secara optimal,” tuturnya saat memotivasi para peserta didik di asrama.
