Navaswara.com — Suasana hangat penuh kebersamaan terasa dalam momen halalbihalal yang mempertemukan tokoh masyarakat, ulama, dan pemerintah daerah. Jabat tangan dan senyum saling berbalas menjadi simbol kuat bahwa Idulfitri bukan sekadar perayaan, tetapi momentum mempererat persaudaraan di tengah keberagaman.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengapresiasi peran Muhammadiyah dalam melestarikan tradisi halalbihalal sebagai sarana memperkuat keharmonisan masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri halalbihalal Idulfitri 1447 Hijriah bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Senen, Jakarta Pusat, Sabtu 4 April 2026.
Menurut Pramono, halalbihalal merupakan tradisi khas Indonesia yang mengandung nilai penting, yakni silaturahmi dan saling memaafkan, yang relevan dalam menjaga kohesi sosial di tengah masyarakat yang beragam.
“Muhammadiyah memandang halalbihalal sebagai tradisi yang sangat positif dan perlu dilestarikan karena mengandung nilai silaturahmi dan saling memaafkan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kontribusi historis Muhammadiyah dalam memperkenalkan konsep halalbihalal melalui publikasi di Suara Muhammadiyah sejak 1924. Istilah tersebut, kata dia, berkembang dari “Chalal bil Chalal” hingga menjadi halalbihalal yang dikenal luas saat ini.
Pramono menilai, jika tradisi ini tidak diperkenalkan dan dirawat, dinamika sosial masyarakat Indonesia bisa berkembang berbeda. Ia menyebut halalbihalal sebagai bagian dari sunnah hasanah atau tradisi baik yang mampu menyatukan perbedaan.
Lebih lanjut, Pramono menegaskan bahwa nilai-nilai dalam halalbihalal sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota inklusif yang terbuka bagi semua golongan, agama, dan latar belakang.
“Yang terpenting adalah bagaimana Jakarta menjadi rumah bagi semua, yang diperlakukan secara terbuka dan adil,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi dukungan Muhammadiyah terhadap berbagai program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, termasuk program pemutihan ijazah bagi lebih dari 6.000 warga. Program tersebut dinilai tidak terlepas dari kontribusi jaringan dan kepemimpinan Muhammadiyah di tingkat daerah.
Pramono berharap sinergi antara Pemprov DKI Jakarta dan Muhammadiyah terus diperkuat sebagai kemitraan strategis dalam mendorong kesejahteraan masyarakat serta pembangunan kota yang berdaya saing global.
Menurutnya, sejumlah pembangunan di Jakarta saat ini juga melibatkan partisipasi masyarakat, termasuk pengembangan ruang publik seperti taman dan halte yang lebih tertata, sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan bersama.
