Navaswara.com – Kementerian Perdagangan China meluncurkan dua investigasi terkait dugaan hambatan perdagangan oleh Amerika Serikat (AS) terhadap produk-produk asal China.
Investigasi ini menyoroti kebijakan AS yang dinilai menghambat arus barang China ke pasar AS. Kebijakan tersebut juga disebut berdampak pada rantai pasok global serta perdagangan produk ramah lingkungan.
Pemerintah China menyebut investigasi ini diperkirakan selesai dalam enam bulan, dengan kemungkinan perpanjangan jika diperlukan.
Langkah ini dipandang sebagai respons terhadap investigasi Pasal 301 yang sebelumnya dilakukan AS terhadap China.
Meski begitu, Kementerian Perdagangan China menegaskan, investigasi tersebut bukan bentuk pembalasan langsung. China menyatakan langkah ini diambil untuk melindungi hak dan kepentingan sah negara.
“Berdasarkan hasil investigasi, kami akan mengambil tindakan yang diperlukan,” tulis pernyataan tersebut.
Sebelumnya (12/3), Perwakilan Perdagangan AS (USTR) meluncurkan investigasi terhadap puluhan negara, termasuk China, terkait praktik perdagangan yang dinilai merugikan AS.
Pada 16 Maret, China mengkritik penggunaan Pasal 301 oleh AS dan menyebutnya sebagai tindakan sepihak, proteksionis, serta diskriminatif. China juga mendesak agar sengketa perdagangan diselesaikan melalui dialog.
Di tengah meningkatnya ketegangan, sinyal diplomatik tetap muncul. Pada 26 Maret, Menteri Perdagangan China Wang Wentao menyatakan kesiapan untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan AS.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara persaingan dan kerja sama demi hubungan bilateral yang stabil.

