93 Juta Sampah Terapung di Laut China Selatan, Mayoritas Plastik

Navaswara.com – Laporan terbaru dari Kementerian Ekologi dan Lingkungan China mengungkapkan, sekitar 93 juta keping sampah ditemukan mengapung di Laut China Selatan.

Temuan ini berasal dari pemantauan yang dilakukan pada Mei hingga Juni 2025, menggunakan kombinasi survei lapangan dan teknologi satelit.

Peneliti mencatat, rata-rata terdapat 26,5 keping sampah terapung di setiap kilometer persegi laut. Dengan cakupan wilayah sekitar 3,5 juta km², jumlah totalnya diperkirakan mencapai 92,75 juta keping.

Wilayah bagian barat laut tercatat memiliki kepadatan sampah tertinggi.

Didominasi Plastik dan Mikroplastik

Lebih dari 93 persen sampah yang ditemukan berupa plastik, termasuk kemasan, busa, hingga fragmen kecil yang sulit terurai.

Selain itu, kepadatan mikroplastik tercatat mencapai 0,67 partikel per meter kubik air laut.

Jenis yang paling banyak ditemukan adalah plastik umum, seperti polipropilen dan polietilen, yang biasanya berasal dari kemasan sekali pakai.

Penelitian ini dilakukan di 26 titik pemantauan yang tersebar di wilayah tengah dan selatan Laut China Selatan.

Metode yang digunakan meliputi pemantauan garis tetap, survei berkelanjutan, dan penginderaan jauh berbasis satelit.

Selain itu, tim juga meneliti 108 pulau dan terumbu karang untuk melihat kondisi ekosistem, termasuk vegetasi yang tercatat menutupi area sekitar 10 km².

Ancaman Nyata

Meski jumlah sampah cukup besar, pemerintah China menyebut kualitas air laut secara umum masih memenuhi standar tertinggi.

Tingkat radioaktivitas bahkan dilaporkan berada di bawah ambang batas deteksi.

Namun demikian, keberadaan puluhan juta sampah plastik dan mikroplastik tetap menjadi ancaman serius bagi ekosistem laut.

Laporan ini menjadi yang paling luas sejauh ini, karena mencakup hampir seluruh wilayah Laut China Selatan.

Sebelumnya, studi serupa pada 2009–2016 hanya berfokus pada wilayah pesisir selatan China.

Pemerintah China menyebut pemantauan ini bertujuan untuk memperkuat perlindungan ekosistem laut dan menjaga keamanan lingkungan di kawasan tersebut.