Menjelajahi Seni, Arsitektur, dan Kearifan Lokal di Museum MACAN

Navaswara.com – Museum MACAN kembali menghadirkan inovasi terbaru di Ruang Seni Anak melalui kolaborasi terbarunya bersama Ibu Arsitek bertajuk UMA, sebuah instalasi seni interaktif yang berlangsung dari 29 November 2025 hingga 12 April 2026. Mengusung konsep arsitektur vernakular, pameran ini mengajak anak-anak dan keluarga untuk mengenali kembali kekayaan alam serta budaya Indonesia melalui pengalaman yang menyentuh panca indra.

Berbeda dengan pameran seni konvensional, UMA dirancang sebagai ruang bermain yang aman dan edukatif di mana pengunjung diajak untuk melepas alas kaki sebagai simbol penghormatan terhadap tanah. Di dalam ruangan, telapak kaki kita akan menapaki lantai kaca biru yang berkilau menyerupai riak lautan serta undakan berlapis karpet bertekstur tanah liat yang menciptakan simulasi bentang alam Indonesia yang dinamis.

Pengalaman multisensori ini diperkuat dengan alunan musik tradisional yang berpadu dengan suara alam yang menenangkan. Anak-anak juga dapat berinteraksi langsung menggunakan kartu wayang untuk belajar tentang keragaman hayati. Tak hanya itu, anak-anak juga bisa merancang maket rumah tradisional menggunakan kepingan modul yang kemudian diletakkan pada undakan galeri sebagai bentuk pengalaman kolektif.

Nama UMA sendiri diambil dari bahasa daerah di berbagai wilayah Nusantara yang berarti rumah atau ibu. Tema ini merefleksikan filosofi bahwa arsitektur sejatinya lahir dari pemahaman mendalam terhadap konteks geografis, iklim, dan budaya masyarakat setempat. Melalui instalasi ini, Ibu Arsitek ingin menyampaikan pesan bahwa manusia adalah bagian tak terpisahkan dari alam dan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekitar.

Agenda ini digawangi oleh delapan arsitek perempuan dari komunitas Ibu Arsitek, termasuk Osrithalita Gabriela, Anissa Santoso, dan arsitek lainnya yang menunjukkan perspektif desain inklusif dan ramah anak. Digalakkan oleh para artistek, instalasi ini menggunakan material khusus yang merangsang stimulasi visual dan taktil pada anak, seperti panel cermin yang membantu anak memahami perspektif dan gerak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *