Benteng Inong Balee, Situs Sejarah Laskar Perempuan Aceh di Bukit Soeharto

Navaswara.com – Benteng Inong Balee mungkin tak sepopuler destinasi wisata utama di Aceh. Lokasinya tersembunyi di kawasan Bukit Soeharto, Krueng Raya, Aceh Besar, dengan akses yang menantang dan menuntut kondisi fisik prima. Namun, bagi pencinta perjalanan berbasis sejarah dan alam, benteng ini menyimpan daya tarik yang sulit diabaikan.

Destinasi dengan panorama laut dari ketinggian ini merupakan saksi bisu perjuangan Laskar Inong Balee, pasukan perempuan Kesultanan Aceh yang dipimpin oleh Laksamana Malahayati, sosok laksamana perempuan pertama di dunia.

Nama Inong Balee berasal dari bahasa Aceh yang berarti perempuan janda. Pasukan ini dibentuk dari para janda prajurit Aceh yang gugur dalam pertempuran laut melawan Portugis di wilayah Selat Malaka. Alih-alih tenggelam dalam duka, Malahayati justru mengusulkan kepada Sultan Aceh agar para janda tersebut diberdayakan sebagai pasukan militer khusus.

Dari sinilah Laskar Inong Balee lahir dan dikenal sebagai pasukan elite perempuan yang disegani di kawasan perairan Aceh. Benteng Inong Balee kemudian dibangun sebagai salah satu titik pertahanan dan pengawasan strategis Kesultanan Aceh.

Secara geografis, benteng ini berdiri di puncak bukit yang menghadap langsung ke Teluk Krueng Raya. Dari lokasi ini, pasukan dapat memantau pergerakan kapal yang melintas di jalur laut penting Selat Malaka. Selain berfungsi sebagai pos pengawasan, benteng ini juga menjadi bagian dari sistem pertahanan maritim dan logistik armada laut Aceh pada masanya.

Kini, yang tersisa adalah reruntuhan dinding batu yang menyatu dengan alam. Meski tak lagi utuh, benteng ini tetap menyimpan narasi kuat tentang perlawanan, kepemimpinan perempuan, dan strategi militer Aceh di masa lalu.

Daya tarik Benteng Inong Balee tak hanya terletak pada kisah sejarahnya. Dari puncak Bukit Soeharto, pengunjung disuguhi panorama laut yang luas dengan gradasi biru Teluk Krueng Raya. Pelabuhan Malahayati terlihat jelas dari kejauhan, berpadu dengan perbukitan hijau yang mengelilinginya.

Kombinasi antara lanskap alam dan jejak sejarah menjadikan kawasan ini favorit bagi pencinta fotografi dan wisata petualangan. Setiap sudut menawarkan pemandangan yang kuat secara visual sekaligus reflektif, terutama saat angin laut berembus di antara puing-puing benteng.

Meski perjalanan menuju Benteng Inong Balee membutuhkan usaha ekstra, pengalaman yang ditawarkan sepadan. Situs ini menjadi pengingat bahwa Aceh tidak hanya kaya akan keindahan alam, tetapi juga memiliki warisan sejarah maritim dan kepahlawanan perempuan yang patut dikenang.

Foto: Indonesia Kaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *