Waspada, Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Picu Kenaikan Kolesterol

Navaswara.com – Kolesterol tinggi kini bukan lagi monopoli orang lanjut usia. Banyak anak muda yang terkejut saat hasil medical check-up menunjukkan kadar kolesterol mereka melewati batas normal. Tanpa disadari, kebiasaan sepele yang dilakukan setiap hari ternyata menjadi biang keladinya.

Amalia Anna, spesialis gizi klinis menjelaskan, kolesterol tinggi tidak selalu disebabkan oleh makanan berlemak saja. “Banyak faktor lifestyle yang sering diabaikan padahal dampaknya sangat signifikan terhadap kadar kolesterol dalam darah,” ungkapnya.

Berikut 7 kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari bisa memicu kenaikan kolesterol:

  1. Sering Melewatkan Sarapan

Kebiasaan skip breakfast ternyata berbahaya bagi kadar kolesterol. Meta-analisis 2023 dari 11 studi menunjukkan melewatkan sarapan meningkatkan LDL cholesterol secara signifikan  Penelitian menunjukkan bahwa orang yang jarang sarapan cenderung mengonsumsi makanan tinggi kalori dan lemak jenuh saat siang atau malam hari. Pola makan tidak teratur ini memicu produksi kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh.

  1. Begadang dan Kurang Tidur

Tidur larut malam secara konsisten dapat mengganggu metabolisme tubuh dan meningkatkan kadar kolesterol. Studi dari University of Chicago menemukan bahwa orang yang tidur kurang dari 6 jam per hari memiliki risiko 27 persen lebih tinggi mengalami kolesterol tinggi. Usahakan tidur 7-8 jam setiap malam.

  1. Duduk Terlalu Lama

Pekerja kantoran yang menghabiskan 8-10 jam di depan komputer wajib waspada. Gaya hidup sedentary atau minim aktivitas fisik membuat metabolisme lemak dalam tubuh melambat. WHO merekomendasikan minimal 150 menit aktivitas fisik sedang per minggu untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.

  1. Ngemil Tanpa Kontrol

Gorengan, keripik, biskuit, dan makanan ringan kemasan sering dikonsumsi tanpa memperhatikan kandungan nutrisinya. “Camilan tinggi gula dan lemak trans ini sangat berkontribusi pada peningkatan kolesterol jahat,” tambah Amalia.

  1. Stres Berkepanjangan

Stres yang tidak dikelola dengan baik turut memperburuk kondisi. Saat stres, tubuh memproduksi hormon kortisol yang dapat meningkatkan kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah. Lakukan meditasi, yoga, atau hobi untuk mengelola stres.

  1. Merokok dan Konsumsi Alkohol

Merokok dapat menurunkan kolesterol baik (HDL) dan meningkatkan kolesterol jahat. Begitu pula dengan konsumsi alkohol berlebihan yang membebani kerja hati dalam mengatur kadar lemak darah.

  1. Jarang Cek Kesehatan

Banyak orang baru sadar kolesterolnya tinggi setelah terlambat. Pemeriksaan kolesterol secara berkala sangat penting, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung.

Upaya menjaga kolesterol tidak selalu harus terasa berat. Bergerak lebih aktif, memberi waktu istirahat yang cukup, serta lebih sadar dalam memilih makanan bisa menjadi langkah awal yang masuk akal. Pola ini membantu tubuh menjaga keseimbangan lemak darah secara bertahap.

Mengenali pola hidup sendiri jadi langkah awal yang realistis untuk menjaga kadar kolesterol tetap terkendali. Perubahan kecil yang konsisten bisa memberi dampak lebih besar dibanding keputusan ekstrem yang sulit dipertahankan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *