Fokus Regenerasi Kolagen Alami, APIVITA Hadirkan Pendekatan Natural dalam Tren Anti-Aging

Navaswara.com — Kesadaran terhadap perawatan kulit kini bergerak ke arah yang lebih dewasa. Konsumen tidak lagi hanya mengejar hasil instan, tetapi juga menaruh perhatian pada asal bahan, proses formulasi, serta dampaknya terhadap lingkungan. Di tengah tren tersebut, perawatan anti-aging berbasis natural dan riset dermatologi menjadi salah satu kategori dengan pertumbuhan paling konsisten secara global.

Kondisi ini turut mendorong hadirnya berbagai brand yang membawa pendekatan berbeda ke pasar Indonesia. Salah satunya APIVITA, brand perawatan kulit asal Yunani yang mulai resmi hadir di Indonesia sejak 2025. Dengan latar belakang farmasi dan komitmen pada keberlanjutan, brand ini memperkenalkan rangkaian terbaru Beevine Elixir yang berfokus pada regenerasi dan keseimbangan kolagen alami kulit.

Stephanie dari Brand APIVITA Indonesia menjelaskan bahwa meski tergolong baru di Tanah Air, merek skincare ini memiliki perjalanan panjang di industri kecantikan global. Brand ini berdiri sejak 1979 dan didirikan oleh dua apoteker asal Yunani, Nikos dan Niki Koutsianas, yang sejak awal menggabungkan sains farmasi dengan pemanfaatan bahan alami berbasis lebah. “Dua fondasi utamanya adalah hasil lebah dan aktivitas dermatologis alami yang teruji,” ujar Stephanie.

Selama lebih dari 45 tahun, APIVITA konsisten mengembangkan produk yang berfokus pada regenerasi kulit sekaligus keberlanjutan. Komitmen ini diwujudkan melalui One Million Beehives Program yang secara global berkontribusi pada perlindungan miliaran lebah setiap tahun. Bahkan juga telah mengantongi sertifikasi B Corp dengan skor 155 poin, menempatkannya di jajaran teratas brand kecantikan berkelanjutan dunia.

Peluncuran BEEVINE Elixir didorong oleh pertumbuhan signifikan kategori anti-aging di pasar global, khususnya pada segmen dermokosmetik berbasis natural. Rangkaian ini mengandalkan teknologi BEEVINE Elixir, sebuah proses collagen rebalancing yang dikembangkan secara eksklusif oleh APIVITA untuk membantu memulihkan keseimbangan kolagen alami kulit, terutama kolagen tipe I dan III yang berperan penting dalam struktur kulit.

Riset dermatologi menunjukkan bahwa kolagen tipe I dan III memegang peran utama dalam struktur kulit. Beevine Elixir dikembangkan APIVITA untuk mendukung keseimbangan kolagen alami, sejalan dengan fokus brand pada bahan non-sintetis.

Produk unggulan dalam rangkaian ini antara lain Firming Anti-Bagging Serum, Day and Night Cream, serta Eye and Lip Cream. Formulanya mengombinasikan patent propolis dengan polifenol, pan-collagen, serta niacinamide 5 persen untuk membantu mengencangkan, mencerahkan, dan menghaluskan tampilan kulit. Berdasarkan uji klinis, 94 persen pengguna merasakan kulit lebih kencang dalam dua minggu, dengan efek pengencangan instan yang dapat terasa dalam 15 menit setelah pemakaian serum.

Stephanie menegaskan bahwa seluruh rangkaian BEEVINE Elixir dikembangkan dengan clean, non-comedogenic formula dan mengandung hingga 91 persen bahan alami. “Kami ingin menghadirkan perawatan anti-aging yang efektif, aman untuk kulit, dan tetap selaras dengan komitmen keberlanjutan,” katanya.

Selain inovasi produk, APIVITA juga menempatkan edukasi dan tanggung jawab sosial sebagai bagian penting dari operasionalnya di Indonesia. Program pelestarian lebah, edukasi lingkungan, serta pengembangan komunitas menjadi agenda berkelanjutan yang akan terus dijalankan seiring ekspansi brand di pasar lokal.

APIVITA melihat pasar Indonesia sebagai ruang bagi konsumen yang semakin kritis terhadap kualitas, keamanan, serta nilai jangka panjang sebuah produk perawatan kulit, sejalan dengan fokus brand pada riset, bahan alami, dan komitmen keberlanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *