Navaswara.com — PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus permohonan maaf atas insiden yang menimpa salah satu pelanggan disabilitas netra pengguna layanan Transcare, Novianis, pada Minggu (11/1/2026). Peristiwa tersebut menjadi dasar bagi manajemen Transjakarta untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar pelayanan bagi pelanggan disabilitas.
Insiden terjadi setelah pelanggan diturunkan di titik aman menuju area Halte Kejaksaan Agung dengan jarak sekitar 50 meter. Berdasarkan informasi yang diterima Transjakarta, korban kemudian terjatuh ke dalam saluran air di area pedestrian yang berjarak kurang lebih 150 meter dari halte, sehingga mengalami luka lebam di bagian punggung dan tangan. Pada saat kejadian, armada Transcare diketahui telah melanjutkan perjalanan untuk melayani empat pelanggan lainnya.
Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat Transjakarta, Tjahyadi, menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan pelanggan, khususnya penyandang disabilitas, merupakan prioritas utama perusahaan.
“Kami sangat menyesalkan kejadian ini dan menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada Saudari Novianis atas musibah yang dialami,” ujar Tjahyadi dalam keterangan resminya, Rabu (14/1/2026).
Sebagai bentuk tanggung jawab dan empati, Transjakarta telah melakukan kunjungan langsung ke kediaman korban pada Senin (12/1/2026) untuk memantau kondisi kesehatan serta menyampaikan permohonan maaf secara langsung.
Menurut Tjahyadi, insiden tersebut menjadi pengingat penting bahwa pelayanan kepada pelanggan disabilitas memerlukan tingkat kehati-hatian yang lebih tinggi, terutama dalam aspek pendampingan hingga pelanggan benar-benar berada di zona aman.
“Kami menyadari bahwa pendampingan tidak boleh berhenti hanya pada titik turun. Petugas harus memastikan pelanggan disabilitas benar-benar berada di area yang aman dan terhubung dengan aksesibilitas yang memadai,” tegasnya.
Sebagai langkah tindak lanjut, Transjakarta saat ini tengah melakukan evaluasi mendalam terhadap seluruh pramusapa dan petugas operasional di lapangan. Perusahaan juga memperketat penerapan Standard Operating Procedure (SOP), khususnya terkait kewajiban petugas untuk menuntun pelanggan disabilitas hingga titik yang benar-benar aman.
Selain itu, pelatihan sensitivitas layanan bagi pelanggan prioritas akan kembali ditingkatkan bagi seluruh jajaran garda terdepan Transjakarta.
Transjakarta juga menyampaikan apresiasi atas perhatian publik dan media yang dinilai menjadi pengingat bagi perusahaan untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan. Ke depan, Transjakarta berkomitmen memperkuat koordinasi dengan pihak terkait guna memastikan fasilitas pendukung, seperti guiding block dan akses pedestrian di sekitar halte, berfungsi dengan baik dan aman bagi penyandang disabilitas.
Manajemen menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi perhatian serius untuk menjaga komitmen Transjakarta sebagai penyedia transportasi publik yang inklusif, aman, dan memanusiakan seluruh pelanggannya.
