Tembus Galeri Dunia, UOB Indonesia Kembali Cari Maestro Lewat Kompetisi Seni Bergengsi

Intip Peluang Residensi Paris di 16th UOB Painting of the Year

Navaswara.com  Dukungan terhadap ekosistem seni rupa Tanah Air kembali bergulir lewat perhelatan bergengsi. UOB Indonesia secara resmi meluncurkan kompetisi 16th UOB Painting of the Year (POY) pada Rabu, 6 Mei 2026. Ajang tahunan ini tidak sekadar menjadi ruang kompetisi, tetapi juga jembatan strategis bagi seniman Indonesia untuk menembus pasar regional dan internasional.

Tahun ini, UOB Indonesia mempertegas komitmennya dengan memperkenalkan kriteria baru yang lebih tajam serta memperkuat jaringan alumni guna memastikan keberlanjutan karier para partisipan.

Standar Baru bagi Seniman Profesional

Dalam upaya meningkatkan keunggulan artistik, panitia menetapkan kriteria terbaru khususnya untuk kategori Established Artist (Seniman Profesional). Langkah ini bertujuan agar penilaian dilakukan secara lebih relevan berdasarkan rekam jejak dan kontribusi nyata seniman dalam industri.

Para seniman yang ingin bertarung di kategori ini wajib memenuhi minimal tiga dari beberapa syarat berikut:

  • Sedang atau pernah diwakili oleh galeri seni komersial.

  • Pernah menjual karya seni.

  • Berpartisipasi dalam pameran kelompok atau pameran solo.

  • Menerima dana (grant) atau komisi untuk membuat karya seni bagi entitas komersial, institusi, atau organisasi apa pun.

  • Merupakan penerima penghargaan terkait seni, baik di dalam maupun di luar Indonesia.

Jejaring Alumni dan Peluang Residensi di Paris

Salah satu nilai tambah utama dari kompetisi ini adalah UOB Art Alumni Network. Platform ini dirancang untuk menghubungkan para pemenang dan peserta terdahulu dengan berbagai peluang eksklusif di kawasan ASEAN dan global.

Luke Ariefiandi selaku Head of Strategic Communications and Brand UOB Indonesia menjelaskan bahwa fokus bank adalah memberdayakan seniman agar tumbuh secara berkelanjutan. Melalui jaringan ini, alumni dapat mengakses program UOB Art Talks, pameran lintas negara, hingga residensi internasional.

Kabar baiknya, tahun ini program UOB-NAFA Studios Residency di Paris menjadi daya tarik utama. Program yang berlokasi di Cité Internationale des Arts ini merupakan investasi jangka panjang UOB bagi pengembangan bakat regional. Sebagai contoh, Aurora Arazzi yang merupakan pemenang Gold Award kategori Established Artist 2025 dijadwalkan memulai program residensi ini pada Juli 2026 mendatang.

Informasi Pendaftaran dan Penjurian

Bagi para seniman yang ingin unjuk gigi, pendaftaran telah dibuka mulai 6 Mei hingga 31 Juli 2026. Kompetisi ini terbuka bagi seluruh warga negara dan penduduk tetap di Indonesia dengan usia minimal 16 tahun. Peserta dapat mengirimkan satu karya seni orisinal secara digital melalui kanal resmi yang telah disediakan.

Panel juri yang akan mengurasi karya-karya peserta tahun ini diisi oleh tokoh-tokoh berpengaruh di dunia seni, antara lain perupa pertunjukan internasional Melati Suryodarmo yang bertindak sebagai Ketua Dewan Juri, kurator independen dan akademisi FSRD ITB Dr. Agung Hujatnika, serta Creative Director Sarinah Art District sekaligus pendiri Art Jog, Heri Pemad.

Menuju Panggung Asia Tenggara

Pemenang utama dari Indonesia nantinya akan diumumkan pada 24 September 2026 dan akan mewakili bangsa di tingkat regional untuk bersaing memperebutkan gelar UOB Southeast Asian Painting of the Year Award. Pemenang regional tersebut akan menerima hadiah uang tunai sebesar SGD13.000 serta kesempatan mengikuti program residensi seniman di luar negeri.

Pengumuman pemenang regional Asia Tenggara sendiri dijadwalkan berlangsung pada 28 Oktober 2026 di Singapura. Guna menjaring bakat-bakat baru dan memperdalam hubungan dengan komunitas lokal, UOB Indonesia juga menggelar rangkaian roadshow di Bandung yang melibatkan diskusi bersama praktisi seni terkemuka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *