Navaswara.com – Ibu Kota tak hanya identik dengan hiruk pikuk aktivitas warganya, tetapi juga dengan deretan pohon besar yang telah berusia puluhan tahun. Namun, di tengah cuaca ekstrem yang kian sering terjadi, keberadaan pohon-pohon tua ini kembali menjadi perhatian.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan dilema yang dihadapi pemerintah daerah adalah menjaga ruang hijau dan estetika kota, atau memangkas pohon-pohon tua demi meminimalkan risiko keselamatan warga.
Pramono menjelaskan, sebagian besar pohon tinggi di Jakarta merupakan pohon lama yang telah tumbuh selama puluhan tahun. Pohon-pohon tersebut, menurutnya, tidak bisa diperlakukan sembarangan.
“Problemnya, pohon yang tinggi sekali ini kebanyakan sudah puluhan tahun. Dan itulah pohon yang kemudian, mohon maaf banget, enggak boleh diutak-utik. Termasuk saya. Kenapa? Itulah yang menampakkan Jakarta rindang, hijau,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, belum lama ini,
Ia menyebut, pohon-pohon tua tersebut memiliki peran penting dalam membentuk wajah Jakarta sebagai kota yang hijau dan teduh. Karena itu, keputusan untuk memangkas atau menebangnya harus melalui pertimbangan matang.
Pramono juga membagi pohon di Jakarta ke dalam tiga kategori, yakni pohon tinggi, sedang, dan pendek. Menurutnya, potensi masalah paling besar memang terdapat pada pohon-pohon tinggi yang telah berumur panjang dan rentan tumbang saat cuaca ekstrem.
Puluhan Ribu Pohon Sudah Dirapikan
Meski demikian, Pramono menegaskan Pemprov DKI Jakarta tidak tinggal diam menghadapi risiko pohon tumbang. Upaya mitigasi telah dilakukan melalui perapian dan pemeliharaan pohon secara berkala.
“Untuk pohon tumbang, termasuk yang di Jakarta Pusat, sebenarnya saya sudah memerintahkan hampir 65.000 pohon itu dirapikan,” kata Pramono.
Perapian tersebut dilakukan di berbagai wilayah Jakarta sebagai langkah pencegahan, terutama menjelang dan selama musim hujan dengan intensitas angin kencang.
Cuaca Ekstrem Jadi Tantangan Global
Selain faktor usia pohon, Pramono juga menyoroti perubahan iklim sebagai penyebab meningkatnya kejadian pohon tumbang. Ia menilai cuaca ekstrem kini tidak hanya terjadi di Jakarta atau Indonesia, melainkan menjadi fenomena global.
“Ternyata dengan perubahan iklim dan cuaca, bukan hanya di Jakarta dan Indonesia, sekarang ini hampir seluruh dunia mengalami hal yang sama,” ujarnya.
Ke depan, Pemprov DKI Jakarta akan terus menyeimbangkan upaya mitigasi bencana dengan pelestarian ruang hijau kota. Menurut Pramono, langkah tersebut diperlukan agar Jakarta tetap aman bagi warganya tanpa kehilangan karakter sebagai kota yang rindang.pramon
