Navaswara.com – Upaya pencegahan stunting terus menjadi agenda penting di Indonesia. Komitmen tersebut ditunjukkan Nestlé Indonesia melalui Program Pendampingan Gizi yang mendapat apresiasi dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga dalam ajang GENTING Collaboration Summit 2025 di Jakarta.
Program yang dijalankan di Karawang, Batang, dan Pasuruan ini menyasar anak-anak berisiko stunting beserta keluarga pendampingnya. Selama enam bulan, anak-anak menerima tambahan asupan gizi harian, disertai edukasi bagi orang tua mengenai pola makan sehat dan perilaku hidup bersih.
GENTING sendiri merupakan program nasional yang diluncurkan pada akhir 2024. Sepanjang 2025, program ini telah menjangkau lebih dari 1,3 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Dukungan yang diberikan tidak hanya berfokus pada gizi, tetapi juga mencakup aspek sanitasi, air bersih, hunian layak, dan edukasi keluarga.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI, Wihaji, menyatakan bahwa percepatan penurunan stunting membutuhkan keterlibatan banyak pihak. “Upaya ini tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja dan membutuhkan sinergi lintas sektor,” ujar Wihaji. Ia mengapresiasi Nestlé Indonesia yang dinilai konsisten mendampingi keluarga berisiko stunting melalui program gizi dan edukasi sejak 2022.
Melalui Program Pendampingan Gizi, Nestlé Indonesia menjangkau lebih dari 630 anak berisiko stunting dan melibatkan lebih dari 1.350 orang tua, kader posyandu, ibu hamil, serta ibu menyusui di lebih dari 95 desa. Edukasi yang diberikan mencakup gizi anak, pola makan sehat, hingga kebiasaan hidup bersih.
Presiden Direktur Nestlé Indonesia, Georgios Badaro, menyebut penghargaan ini sebagai pengingat pentingnya kolaborasi jangka panjang. “Kolaborasi menjadi kunci agar upaya pencegahan stunting dapat berjalan berkelanjutan,” kata Badaro. Ia menegaskan bahwa intervensi gizi perlu berjalan seiring dengan edukasi dan pemberdayaan keluarga agar perubahan dapat berlangsung berkelanjutan.
