Ketika Jeda Karier Bukan Akhir, L’Oréal Indonesia Hadir Dampingi Perempuan Bekerja kembali

Navaswara.com – Bagi banyak perempuan, jeda dalam perjalanan karier sering kali bukan pilihan yang mudah. Ada fase hidup yang menuntut kehadiran penuh di rumah, ada pula kondisi yang memaksa perempuan menepi sementara dari dunia profesional. Namun ketika keinginan untuk kembali bekerja muncul, jalannya tidak selalu terbuka lebar. Realitas inilah yang coba dijawab oleh L’Oréal Indonesia melalui komitmen jangka panjang terhadap pemberdayaan perempuan.

Selama lebih dari 45 tahun hadir di Indonesia, L’Oréal Groupe terus membawa nilai purpose “Create the Beauty that Moves the World” ke dalam praktik nyata. Tahun ini, komitmen tersebut diterjemahkan melalui kolaborasi dengan Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) lewat L’Oréal Career Reconnect Program. Program ini menjadi returnship pertama di Indonesia yang dirancang khusus untuk mendukung perempuan kembali memasuki dunia kerja setelah career break.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa partisipasi kerja perempuan masih tertinggal dibandingkan laki-laki, dengan kesenjangan yang cukup besar di sektor formal. Di balik angka tersebut, terdapat berbagai tantangan struktural yang kerap dihadapi perempuan, mulai dari ekspektasi sosial sebagai caregiver utama, stigma terhadap jeda karier, hingga keraguan terhadap kapasitas kepemimpinan perempuan. Situasi ini membuat banyak perempuan merasa ragu, bahkan kehilangan kepercayaan diri saat ingin kembali bekerja.

Victoria Aswien, Chief of Human Resources Officer L’Oréal Indonesia, melihat persoalan ini sebagai tantangan yang nyata sekaligus mendesak. “Banyak perempuan harus berhenti bekerja karena tuntutan keluarga, lalu merasa tertinggal dan ragu ketika ingin kembali. Padahal ketika perempuan diberi kesempatan, dampaknya bisa jauh lebih besar dari yang kita bayangkan. Dari kebutuhan itulah, bersama IBCWE kami menghadirkan L’Oréal Career Reconnect Program,” ujarnya.

Fenomena career break bukanlah hal langka. IBCWE mencatat hampir 40 persen perempuan pernah mengambil jeda karier, dan hampir seluruhnya memiliki keinginan kuat untuk kembali bekerja. Namun, minimnya program returnship di Indonesia membuat proses re-entry terasa berat dan penuh keraguan. “Life cycle profesional perempuan biasanya tidak berjalan lurus. Tanggung jawab di rumah dan di tempat kerja berjalan bersamaan. Sayangnya, belum banyak jembatan yang membantu perempuan mempersiapkan diri untuk kembali,” ungkap Wita Krisanti, Executive Director IBCWE.

L’Oréal Career Reconnect Program hadir sebagai jembatan tersebut. Program returnship ini berlangsung selama enam bulan dan ditujukan bagi perempuan yang mengambil voluntary career break. Peserta mendapatkan returnship berbayar dengan kompensasi setara profesional, upskilling dan reskilling sesuai kebutuhan industri, mentoring dari para pemimpin di L’Oréal, hingga coaching untuk membangun kembali kepercayaan diri. Mereka juga terlibat langsung dalam tim strategis sehingga bisa merasakan ritme kerja profesional secara nyata.

Di balik struktur programnya, Career Reconnect menyimpan kisah-kisah personal yang kuat. Adhisty Esther, yang sempat berhenti bekerja setelah melahirkan, mengaku tantangan terbesarnya bukan hanya soal keterampilan, tetapi soal rasa percaya diri. “Ada masa ketika pengalaman lima tahun saya terasa seperti tidak berarti. Saya merasa harus bersaing dengan fresh graduates yang jauh lebih up to date. Career Reconnect memberi saya ruang untuk kembali percaya pada diri sendiri,” tuturnya.

Hal serupa dirasakan Alif Laila, yang mengambil jeda karier selama enam tahun. Perubahan dunia kerja membuatnya sempat ragu apakah masih ada tempat baginya. “Lewat program ini, saya merasa dipersiapkan kembali. Lingkungan yang suportif dan bimbingan mentor membuat saya berani melangkah lagi,” katanya. Sementara bagi Yunita Muliadi, yang sempat berhenti bekerja demi pemulihan kesehatan, Career Reconnect menjadi ruang aman untuk kembali tumbuh. “Program ini membantu saya terhubung kembali, bukan hanya sebagai pekerja, tetapi sebagai manusia yang utuh,” ujarnya.

Di luar program returnship, L’Oréal Indonesia juga membangun ekosistem kerja yang lebih inklusif melalui kebijakan fleksibilitas jam kerja, pengaturan kerja hybrid, dukungan cuti yang beragam, hingga kebijakan perlindungan terhadap kekerasan domestik. “Lingkungan kerja yang aman dan suportif adalah fondasi agar perempuan bisa melanjutkan kariernya dengan percaya diri,” tutup Victoria.

Melalui L’Oréal Career Reconnect Program, L’Oréal Indonesia berharap semakin banyak perempuan menemukan jalan pulang ke dunia kerja. Bukan sebagai bentuk belas kasihan, tetapi sebagai pengakuan atas potensi, pengalaman, dan nilai yang tetap utuh meski perjalanan karier sempat terhenti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *