Navaswara.com — Banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak akhir November mengganggu akses logistik hingga jalur distribusi energi. Di tengah kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga memastikan pelayanan BBM dan LPG untuk masyarakat tetap dijalankan dengan pola distribusi khusus dan pengamanan suplai yang lebih ketat.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara menegaskan bahwa suplai energi untuk sektor publik dan kebutuhan harian masyarakat masih terlindungi meskipun sebagian jalur darat dan sejumlah SPBU terdampak langsung bencana. Upaya mitigasi dilakukan untuk memastikan kendaraan evakuasi, logistik bantuan, hingga mobilitas masyarakat tetap mendapat akses BBM dan LPG.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun menyampaikan tim lapangan terus memantau kondisi dan melakukan penyesuaian distribusi seiring dinamika cuaca ekstrem. “Kami memastikan masyarakat tetap dapat mengakses BBM. Meski banyak jalur yang terputus akibat banjir dan longsor, tim kami tetap bergerak mencari rute alternatif agar penyaluran tidak terhenti,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).
Sejumlah wilayah dilaporkan sulit dilalui mobil tangki akibat jembatan runtuh, akses terputus, dan genangan tinggi. Pada titik tertentu, distribusi hanya dimungkinkan menggunakan kendaraan berkapasitas kecil. Koordinasi pun diperketat dengan BPBD, pemerintah daerah, dan aparat keamanan untuk pembukaan jalur penyelamatan distribusi energi.
Selain jalur darat, suplai laut juga sempat terdampak gelombang tinggi. Namun kondisi pasokan kini dalam posisi aman, ditopang oleh tiga kapal yang telah sandar dan empat kapal lain standby sebagai floating stock. Ketahanan stok solar dan pertalite disebut cukup untuk dua pekan ke depan.
Dari sisi operasional lembaga penyalur, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw menyebut sebagian SPBU berada pada zona terdampak. “Air masuk ke area tangki pendam, drive-way dan pulau pompa membuat beberapa SPBU harus menahan operasional untuk keamanan. Saat ini 655 dari 709 SPBU masih aktif melayani masyarakat,” jelasnya.
Distribusi LPG pun mengalami hambatan serupa. Tabung kosong dan terisi terhalang masuk-keluar depot akibat kondisi jalan yang belum stabil. Perlahan, akses mulai terbuka bersamaan dengan dibukanya jalur alternatif dan SPBE di beberapa titik kembali beroperasi meski terbatas.
Pertamina Patra Niaga menjalankan strategi percepatan melalui pengalihan suplai dari terminal aman, penambahan armada tangki, serta pemantauan 24 jam melalui Satgas. Penyaluran bantuan bagi warga terdampak turut dilakukan melalui program Pertamina Peduli.
“Kami memonitor situasi setiap saat dan terus menyesuaikan pola distribusi agar masyarakat tetap bisa mengakses energi dengan aman. Kami mengimbau agar masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan berhati-hati ketika mengisi di area yang masih tergenang. Bila memerlukan dukungan suplai tambahan, laporan dapat disampaikan melalui Pertamina Contact Center 135,” tutup Fahrougi.
Di tengah bencana hidrometeorologi yang berulang, keberlanjutan layanan energi menjadi salah satu faktor penting bagi ekonomi lokal. Akses BBM dan LPG bukan hanya menopang aktivitas rumah tangga, tetapi juga logistik medis, pelayanan sosial, hingga perputaran ekonomi UMKM yang bergantung pada mobilitas harian.

