Formas Gelar “Indonesia Berdoa”: Ikhtiar Spiritual Menyatukan Bangsa Menuju Indonesia Emas

Navaswara.com — Di tengah dinamika bangsa yang penuh tantangan, Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas) menghadirkan ruang kebersamaan melalui acara “Indonesia Berdoa: Bersatu, Berkeadilan, dan Sejahtera Melalui Semangat Kolaborasi” di Ballroom Kuningan City Mall, Jakarta. Kegiatan lintas agama ini menjadi momentum refleksi dan ikhtiar spiritual untuk memperkuat persatuan nasional.

Ketua Panitia Indonesia Berdoa, Dr. H. Serian Wijatno, menegaskan bahwa menjaga persatuan bangsa tidak cukup hanya dengan kerja politik dan ekonomi, tetapi juga dengan kekuatan batin. “Doa bersama lintas agama ini adalah bentuk ikhtiar spiritual untuk menundukkan hati dan menyerahkan harapan bangsa kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Menurut Serian  yang juga Ketua Dewan Pakar Formas dan Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa Indonesia,  doa bukanlah bentuk pelarian, melainkan titik awal kebangkitan moral bangsa. “Kolaborasi bukan hanya soal bekerja bersama, tapi juga menegakkan keadilan, menyingkirkan kepentingan sempit, dan membangun kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat,” tambahnya.

Acara ini dihadiri oleh Menteri Agama RI Prof. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, Wamen PUPR Fahri Hamzah, Ketua Pembina Formas Hashim Djojohadikusumo, Ketum Formas Yohanes Handoyo Budhisedjati, serta tokoh nasional seperti Mahfud MD dan Habib Luthfi bin Yahya, bersama pimpinan ormas lintas agama.

Dalam sambutannya, Menag Nasaruddin Umar menekankan pentingnya “kurikulum cinta” sebagai fondasi kehidupan berbangsa. “Kebinekaan adalah lukisan Tuhan yang tidak boleh dirusak siapa pun. Indonesia adalah karya Ilahi yang terindah di dunia,” ujarnya, seraya mengajak masyarakat memperbanyak ruang spiritual dan tempat ibadah untuk memperkuat kesadaran ketuhanan.

Sementara itu, Hashim Djojohadikusumo menyoroti pentingnya kolaborasi nasional di tengah ancaman polarisasi. Ia menegaskan perlunya mengawal program-program sosial dan pendidikan seperti Sekolah Rakyat untuk memperbaiki masa depan jutaan anak bangsa.

Ketua Umum Formas, Yohanes Handoyo Budhisedjati, menyampaikan bahwa acara ini juga menjadi perayaan HUT pertama Formas, sekaligus momentum untuk meneguhkan komitmen menuju Indonesia Emas 2045.

“Melalui doa lintas agama ini, kita ingin menyalakan kembali semangat kebangsaan yang berlandaskan kasih, keadilan, dan kolaborasi. Semoga Indonesia semakin teguh, berkeadilan, dan sejahtera,” tutup Serian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *