Raditya Dika Ungkap Jurus 4 Persen untuk Capai Financial Freedom di Usia Muda

Navaswara.com – Bagi Raditya Dika, menjadi kaya bukan soal punya rumah besar atau mobil mewah. Ia lebih tertarik pada satu hal, kebebasan untuk tidak bekerja karena terpaksa.

Dalam obrolan santai di kanal YouTube Agatha Chelsea bertajuk “Raditya Dika: Pelit atau Minimalis? Gen Z Susah Financial Freedom”, penulis Cinta Brontosaurus itu membagikan “jurus” sederhana, tapi rasional untuk mencapai financial freedom di usia muda.

“Kalau kamu punya uang yang bisa kamu tarik 4 persen per tahun buat hidup, dan uang itu nggak habis sampai kamu meninggal, kamu udah financially free,” kata Radit, sembari tertawa kecil.
Konsep yang ia sebut 4% rule itu mungkin terdengar seperti jargon investasi, tapi ia menjelaskannya dengan cara yang membumi.

4 Persen untuk Hidup, 96 Persen untuk Bertahan

Radit memberi contoh, bila seseorang punya pengeluaran Rp100 juta per tahun, berarti ia butuh sekitar Rp2,5 miliar dana investasi untuk bisa hidup tanpa bekerja. Dari dana itu, setiap tahun cukup diambil 4 persen, sekitar Rp100 juta untuk membiayai kebutuhan hidup. Dengan asumsi imbal hasil investasi rata-rata 7 persen per tahun, modal pokok tetap aman.

“Selisih 3 persen itulah yang menutup inflasi, jadi uang kita nggak terkikis,” jelas Radit.

Menurutnya, uang itu bisa ditempatkan di instrumen berisiko moderat seperti reksadana pendapatan tetap atau obligasi. “Jadi, 4 persen itu diambil, tapi modalnya nggak berkurang,” ujarnya.

Konsep itu bukan sekadar teori YouTube bagi Radit. Ia mengenal 4% rule sejak masih kuliah. Ketika honor dari buku pertamanya cair, pikirannya bukan tentang membeli mobil atau liburan, melainkan soal bagaimana uang itu bisa “bekerja” untuk dirinya.

“Setiap kali dapet uang, bonus film, royalti buku, sebagian langsung aku taruh di investasi jangka panjang,” ujarnya.

Sebagai sutradara, Radit mengaku ada masa ketika filmnya laku keras dan bonusnya menggiurkan. Namun, sebagian besar uang itu justru ia sisihkan ke “dana pensiun pribadi”, istilah yang ia pakai untuk menggambarkan kebebasan finansialnya.

Mulai dari Tahu Uangmu ke Mana Pergi

Langkah pertama menuju financial freedom, kata Radit, bukan investasi, tapi kesadaran.
“Banyak orang nggak tahu, sebulan mereka keluar uang berapa. Kalau itu aja nggak tahu, gimana mau ngitung dana pensiun?” katanya.

Setelah tahu angkanya, barulah menentukan instrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko. Radit mengaku bukan penasihat keuangan, tapi ia paham satu hal, investasi bukan jalan pintas menuju kaya.

“Investasi itu cuma alat. Yang bikin kita kaya itu kerja. Investasi membantu kita mencapai tujuan keuangan, bukan sumber kekayaannya,” tegasnya.

Nilai Diri Lebih Penting dari Nilai Uang

Di akhir pembicaraan, Radit menyimpulkan filosofi yang sederhana, tapi mendalam. “Uang itu alat tukar untuk sebuah nilai. Semakin bernilai kita, semakin besar uang yang datang.”

Karena itu, ia mendorong anak muda untuk lebih banyak berinvestasi pada diri sendiri, belajar keterampilan baru, memperluas kemampuan praktikal, dan jadi pribadi yang sulit tergantikan di dunia kerja.

“Upskill dulu, cuan belakangan,” tutupnya sambil tertawa, tapi matanya serius.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *