Navaswara.com-Ada kebanggaan tersendiri saat produk buatan tangan anak negeri mulai menembus rak-rak internasional. Setelah bertahun-tahun menjadi ruang bagi lebih dari 300 UMKM dengan ribuan produk terkurasi, Pendopo kini melangkah lebih jauh. Merek usaha Kawan Lama Group ini resmi menggandeng INA Trading, platform digital yang mempertemukan produk lokal dengan pembeli global dari Eropa hingga Amerika.
“Kerja sama dengan INA Trading menegaskan komitmen Pendopo untuk membawa produk UMKM ke pasar global, sekaligus mendorong ekosistem usaha lokal agar tumbuh berkelanjutan dan naik kelas,” ujar Putu Laura, Head of Pendopo. Ia menambahkan, kerja sama ini diharapkan memberi dampak berantai bagi ekonomi nasional melalui peningkatan daya saing produk lokal di pasar dunia.
Melalui platform INA Trading, berbagai koleksi Pendopo kini hadir dalam genggaman pembeli internasional. Dari furnitur kayu jati hingga porselen bermotif batik, semua dirancang untuk membawa kehangatan budaya Indonesia ke rumah-rumah di luar negeri.
Salah satunya KWAS, produsen furnitur asal Yogyakarta yang memadukan kayu jati bersertifikat FSC dengan desain fungsional nan elegan. Produk andalannya seperti Teakwood Spatula Kayu dan Teakwood OV Cut Board menonjol lewat detail halus dan daya tahan tinggi.
Pendopo juga menghadirkan koleksi porselen dari KOPIN (Kedaung Oriental Porcelain Industry), yang terkenal dengan desain bermotif batik kawung dan “Kukuruyuk” khas Nusantara. Dari mangkuk saji hingga asbak, setiap produk KOPIN membawa sentuhan tradisi ke meja makan modern.
Tak ketinggalan Kichero, brand kitchenware berbahan enamel dengan gaya klasik yang kini kembali digemari. Desainnya yang sederhana tapi berkarakter, seperti Mug Enamel Doreng, menawarkan keseimbangan antara fungsi dan estetika.
Dari sisi teknologi, kolaborasi ini juga menghadirkan inovasi menarik. Setiap produk Pendopo yang dijual lewat INA Trading dilengkapi PERURI Smart Card berbasis RFID. Dengan memindai produk lewat aplikasi, pembeli dapat langsung melihat sertifikat keaslian, asal produksi, hingga legalitas bahan. “Teknologi ini memperkuat kepercayaan pembeli terhadap kualitas dan integritas produk Indonesia,” ujar Teguh Kurniawan Harmanda, Direktur Utama PT Peruri Digital Security.
Kini, karya anak bangsa dari rumah-rumah produksi kecil bisa ditemukan di platform global seperti Made In Indonesia EU untuk Eropa, The House of Asia untuk Amerika, dan Made In Indonesia AU untuk Australia. Sebuah langkah nyata bahwa keindahan lokal memang tak berhenti di dalam negeri saja tapi bisa tumbuh, berpindah tangan, dan menginspirasi dunia.
