Tiga Hal yang Membuat Ratu Ratu Queens: The Series Dekat di Hati Penonton

Navaswara.com-Serial terbaru Netflix Indonesia, Ratu Ratu Queens: The Series, mempertemukan kembali empat wajah yang sudah lekat di ingatan penonton sejak film Ali & Ratu Ratu Queens (2021). Kali ini kisahnya ditarik mundur, menyorot awal mula pertemuan Party, Ance, Chinta, dan Biyah, empat perempuan imigran asal Indonesia yang berusaha merajut hidup baru di Queens, New York.

Dengan sutradara Lucky Kuswandi, penulis naskah Andri Cung, dan Muhammad Zaidy sebagai showrunner, serial yang diproduksi bersama Palari Films ini mendapat sambutan hangat. Kehadiran Nirina Zubir, Tika Panggabean, Asri Welas, dan Happy Salma pun membuat ceritanya semakin hidup. Dari pekerjaan serabutan, perceraian, hingga perjuangan membesarkan anak, serial ini berbicara dengan cara yang ringan sekaligus menyentuh.

Berikut tiga alasan mengapa Ratu Ratu Queens: The Series terasa begitu dekat dengan kehidupan penontonnya.

1. Suka Duka Hidup Imigran

Hidup di kota besar seperti New York sering dibayangkan penuh gemerlap. Namun di baliknya ada kenyataan yang tak selalu indah. Serial ini memperlihatkan potongan kisah diaspora Indonesia yang jarang terdengar: perjuangan bertahan hidup tanpa dokumen legal, kerja keras demi keluarga di tanah air, hingga kegagapan menghadapi perubahan yang datang tiba-tiba. Dari situ, penonton dapat melihat bahwa impian bekerja di Big Apple menuntut lebih dari sekadar keberanian, ada pengorbanan, ketekunan, dan daya tahan yang mendalam.

2. Tantangan Perempuan dalam Hidup Sehari-hari

Keempat karakter membawa cerita masing-masing. Party bekerja ilegal demi biaya perawatan ibunya di Indonesia. Chinta belajar bertahan sendiri setelah ditinggal pasangan. Biyah menambal luka lama dengan terus bekerja. Ance menghadapi anaknya yang beranjak remaja. Semua itu terasa dekat, sebab masalah yang mereka alami serupa dengan kehidupan banyak perempuan: merawat keluarga, bangkit dari kegagalan, atau belajar melepaskan. Yang menarik, setiap karakter menghadapi ujian dengan caranya sendiri, tulus, keras kepala, atau penuh semangat, dan dari situlah penonton bisa merasa terhubung.

3. Persahabatan sebagai Keluarga Kedua

Di tengah keterasingan di negeri orang, persahabatan menjadi pegangan utama. Ratu Ratu Queens: The Series memperlihatkan bagaimana empat perempuan ini saling menopang, bahkan ketika mereka sendiri sedang rapuh. Dari proses perceraian hingga sakitnya anggota keluarga, mereka hadir satu sama lain tanpa pamrih. Perlahan, persahabatan itu berubah menjadi keluarga. Sebuah pengingat bahwa keluarga tidak selalu soal darah, melainkan tentang siapa yang tetap tinggal ketika badai datang.

Ratu Ratu Queens: The Series bukan hanya drama komedi yang menghibur, tapi juga sebuah kisah reflektif tentang perempuan, persahabatan, dan perjuangan hidup di negeri asing. Lewat cerita mereka, penonton diajak tertawa, terenyuh, sekaligus merenung, bahwa dalam setiap perjuangan, dukungan dari orang terdekat bisa menjadi hal paling berarti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *