Film Para Perasuk Bawa Cerita Budaya Hidup Indonesia ke Ruang Sinema

Navaswara.com — Lampu redup perlahan menyelimuti ruang bioskop, sementara percakapan penonton berubah menjadi hening penuh antusias. Di antara deretan kursi, para sineas, aktor, dan pecinta film menyatu dalam satu pengalaman sinematik yang berbeda. Malam itu, sebuah karya tak sekadar ditonton, tetapi dirasakan sebagai bagian dari perjalanan budaya. Di tengah suasana tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon hadir dan memberikan apresiasi terhadap film Para Perasuk yang dinilai menghadirkan eksplorasi baru dalam perfilman Indonesia.

Fadli Zon menghadiri gala premiere film Para Perasuk yang digelar di Epicentrum XXI, Jakarta, pada 16 April 2026. Kehadiran Menteri Kebudayaan menegaskan dukungan pemerintah terhadap perkembangan industri film nasional yang semakin berani mengangkat tema-tema berbasis budaya.

Film Para Perasuk merupakan karya sutradara Wregas Bhanuteja yang dikenal melalui berbagai karya berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Dalam keterangannya, Fadli Zon menilai film tersebut memiliki kekuatan artistik yang menonjol serta keberanian dalam mengangkat tema yang tidak konvensional.

Ia menyebut film ini sebagai karya yang kuat, menarik, dan menghadirkan perspektif baru dalam perfilman Indonesia. Menurutnya, film tersebut mampu mengangkat beragam latar budaya yang masih hidup dan berkembang sebagai bagian dari living culture di tengah masyarakat.

Selain itu, Fadli juga menyoroti kekuatan narasi, musik, serta pesan sosial yang disampaikan dalam film. Ia menilai karya tersebut memiliki potensi besar untuk mendapat apresiasi luas, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional.

Film Para Perasuk mengangkat fenomena kesurupan yang masih menjadi bagian dari praktik budaya dan kepercayaan lokal di Indonesia. Cerita yang dihadirkan menggambarkan dinamika antara kehidupan modern dengan tradisi yang tetap bertahan.

Melalui pendekatan visual yang kuat dan atmosfer yang intens, film ini tidak hanya menawarkan pengalaman sinematik, tetapi juga membuka ruang refleksi mengenai relasi manusia dengan spiritualitas, tradisi, dan identitas budaya.

Film ini dibintangi sejumlah aktor dan aktris Indonesia, di antaranya Angga Yunanda, Indra Birowo, dan Maudy Ayunda, serta menghadirkan debut layar lebar Anggun C Sasmi.

Gala premiere tersebut turut dihadiri para pemain, sineas, produser, serta pelaku industri perfilman nasional. Hadir pula Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra yang mendampingi Menteri Kebudayaan.

Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan terus mendorong lahirnya karya film yang tidak hanya unggul secara artistik, tetapi juga mampu merepresentasikan kekayaan budaya Indonesia. Dukungan tersebut mencakup produksi, distribusi, hingga apresiasi karya sebagai bagian dari penguatan ekosistem perfilman nasional.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjadikan film sebagai medium ekspresi budaya sekaligus sarana diplomasi kultural Indonesia di panggung global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *