Autograph dan Perjalanan Elegansi yang Terus Hidup

Navaswara.com – Ada momen ketika pakaian bukan hanya pelengkap penampilan, melainkan bagian dari cerita hidup. Itulah yang ingin dihadirkan Marks & Spencer lewat perayaan 25 tahun Autograph di Plaza Indonesia. Koleksi Autumn/Winter 2025 kali ini berbicara tentang elegansi yang bertahan, sekaligus memberi ruang bagi gaya baru yang lebih berani.

Perayaan kali ini pun tidak hanya pesta ulang tahun, tetapi hadir sebagai refleksi perjalanan panjang sebuah nama yang konsisten menautkan warisan desain dan kebutuhan modern.

Koleksi Autumn/Winter 2025 menjadi bingkai bagi cerita itu. Warna musim gugur yang kaya, tekstur yang taktil, dan siluet tailoring yang bersih menghadirkan sensasi nostalgia sekaligus pembaruan. Di antara keramaian acara yang berlangsung sepanjang minggu, dari showcases hingga temu pelanggan setia, pengunjung disuguhi pengalaman yang terasa intim: menyaksikan bagaimana busana bisa bercerita, bukan sekadar dipamerkan.

Pada womenswear, outerwear menjadi pemeran utama. Mantel faux fur oversized, coat tailored yang terstruktur, hingga gaun kulit menghadirkan kesan berlapis antara keanggunan dan ketegasan. Rok midi berlipit yang lembut pun mendapat pasangan kontras lewat boots kulit bertali. “Musim ini menjadi evolusi penuh percaya diri dari gaya khas brand,” kata Maddy Evans, Director of M&S Woman, sembari menegaskan bahwa setiap detail dikerjakan untuk membangun capsule wardrobe yang tahan lama.

Menswear menampilkan narasi berbeda, yaitu kemewahan yang tidak berisik. Setelan jas wool Inggris, jaket suede lembut, hingga knit dengan motif geo print dirancang untuk pria modern yang ingin tampil rapi tanpa kehilangan keleluasaan. Warna hitam, krem, dan beige menjadi dasar koleksi, memberi ruang bagi material premium seperti merino wool untuk bicara lebih lantang. Mitch Hughes, Director of Menswear, menyebutnya sebagai warisan craftsmanship yang dibawa ke panggung masa kini.

Lingerie dan sleepwear, sementara itu, hadir dengan nuansa tenang. Koleksi Murcia menawarkan renda halus dengan detail anggun, sementara Boston memilih siluet mulus dari microfiber lembut. Palet burgundy, navy, hingga pastel pink memberi dimensi intim yang romantis sekaligus kontemporer. “Lingerie dan sleepwear musim ini didefinisikan ulang sebagai quiet luxury,” ujar Charlotte Davies, Lingerie Director, menggambarkan koleksi yang bergerak dari rutinitas pagi hingga malam penuh relaksasi.

Dua puluh lima tahun silam Autograph diperkenalkan sebagai lini busana premium. Seiring waktu, gaya yang ditawarkan bertahan, berganti bentuk, lalu menemukan kembali kedewasaannya dalam nuansa kontemporer. Dari setelan kerja yang tegas hingga piyama satin yang lembut, semua berlabuh pada gagasan yang sama, yakni pakaian sebagai hal yang bukan semata terkait tampilan, melainkan cara kita memberi makna pada keseharian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *