Jakarta Terpilih dalam Program Kolaborasi Internasional, Perkuat Peran sebagai Kota Global dan Berbudaya

Navaswara.com — Geliat budaya Jakarta kembali mendapat sorotan dunia. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi terpilih sebagai satu dari 19 kota global yang berpartisipasi dalam Leadership Exchange Programme (LEP) 2025 yang digagas World Cities Culture Forum (WCCF). Dalam program internasional ini, Jakarta berkolaborasi dengan Kota Milan, Italia, mengusung tema Public Art and Co-Creation yang menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga budaya dan masyarakat dalam menciptakan karya seni publik yang hidup dan bermakna.

Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Mochamad Miftahulloh Tamary, menyampaikan bahwa keterlibatan Jakarta dalam LEP menjadi momentum strategis untuk memperkuat identitas kota melalui budaya dan kolaborasi masyarakat.
“Kami berharap kolaborasi ini menghadirkan karya seni publik yang tidak sekadar estetis, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga dan kedekatan emosional warga terhadap budaya Jakarta,” ujar Miftah, Selasa (7/10).

Program LEP telah berjalan sejak 2018 dan memberdayakan lebih dari 185 pemimpin dari 22 kota dunia. Forum ini terbukti mendorong pertukaran ide inovatif dan mempercepat penerapan kebijakan budaya yang berdampak luas bagi pembangunan kota.

Partisipasi Jakarta dalam LEP 2025 sekaligus menegaskan komitmen Pemprov DKI menjadikan kebudayaan sebagai pilar utama pembangunan perkotaan, sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 yang menempatkan Jakarta sebagai Kota Global dan Berbudaya.

Dalam program ini, Jakarta memperkenalkan inisiatif “Titik Temu” (The Meeting Point)—konsep yang mengintegrasikan kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya di tingkat komunitas. Program ini dirancang untuk memperkuat jejaring antarwarga dan mengaktifkan 44 kecamatan serta 267 kelurahan sebagai ruang budaya yang dinamis dan inklusif.

Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang Jakarta untuk meningkatkan peringkatnya sebagai kota global. Saat ini, Jakarta berada di posisi ke-74 dari 156 kota dunia dan menargetkan masuk ke 20 besar pada tahun 2045.
“Melalui Titik Temu, kami ingin menjadikan ruang budaya sebagai pusat interaksi sosial, ekonomi, dan kreativitas warga Jakarta,” kata Miftah.

Selain Jakarta dan Milan, program LEP 2025 diikuti kota-kota besar dunia seperti London, New York, Barcelona, São Paulo, Toronto, dan Dubai. Secara keseluruhan, sebanyak 19 kota terlibat dalam kolaborasi ini, termasuk Amsterdam, Boston, Cologne, Guangzhou, Kyiv, Los Angeles, Montréal, San Francisco, Stockholm, Vancouver, dan Warsawa.

Pendiri sekaligus Ketua WCCF, Justine Simons OBE, yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota London Bidang Kebudayaan dan Industri Kreatif, menilai partisipasi berbagai kota ini sebagai langkah nyata dalam memperkuat diplomasi budaya global.
“Ketika para pemimpin kota berbagi ide dan belajar dari praktik nyata, kita mempercepat transformasi dan membuka potensi budaya untuk membangun masa depan kota yang lebih baik,” ujarnya.

Direktur WCCF, Laia Gasch, menambahkan bahwa kota-kota di dunia kini menghadapi tantangan global mulai dari perubahan iklim, migrasi, hingga ketimpangan sosial. “Kolaborasi dan pembelajaran antarkota sangat penting untuk menjawab tantangan tersebut. LEP hadir untuk memperkuat kerja sama dan mempercepat perubahan positif,” katanya.

Topik utama dalam LEP 2025 mencakup isu-isu strategis seperti pembangunan ekonomi malam, ekonomi lansia, peringatan publik, dukungan tenaga kerja kreatif, serta seni publik berbasis ko-kreasi—di mana Jakarta dan Milan menjadi model kolaborasi.

Sebagai bagian dari jaringan global yang menghimpun lebih dari 45 kota kreatif di enam benua, WCCF memandang budaya sebagai fondasi penting pembangunan berkelanjutan. Budaya, menurut forum ini, adalah “benang emas” yang menghubungkan komunitas, meningkatkan kesejahteraan, menarik wisatawan, dan memperkuat ekonomi kreatif kota.

Partisipasi Jakarta dalam LEP 2025 menjadi langkah strategis untuk memperluas jejaring internasional sekaligus menegaskan peran ibu kota sebagai pusat budaya, inovasi, dan kolaborasi global yang berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *