Navaswara.com – Menjelang Idulfitri, banyak pekerja di Indonesia mulai menantikan Tunjangan Hari Raya atau THR. Dana tambahan ini biasanya langsung terserap untuk berbagai kebutuhan musiman, mulai dari belanja keluarga, perjalanan mudik, hingga tradisi berbagi dengan kerabat.
Di tengah meningkatnya pengeluaran selama Ramadan, sebagian orang mulai memanfaatkan THR dengan cara berbeda. Selain memenuhi kebutuhan Lebaran, ada pula yang menyisihkan sebagian dana tersebut untuk memperkuat kondisi keuangan, salah satunya melalui investasi.
Emas masih menjadi instrumen yang cukup populer di kalangan masyarakat. Selain relatif mudah dipahami, emas juga dikenal sebagai aset penyimpan nilai yang cenderung bertahan dalam jangka panjang. Laporan dari World Gold Council menunjukkan sekitar 67 persen masyarakat Indonesia memiliki investasi emas dalam berbagai bentuk, baik fisik maupun digital.
Salah satu langkah awal yang kerap disarankan dalam mengelola THR adalah membaginya ke beberapa pos pengeluaran. Misalnya sebagian untuk kebutuhan Lebaran, sebagian untuk tabungan atau dana darurat, lalu sebagian lain untuk investasi dan kegiatan sosial.
Dengan pembagian tersebut, THR tidak sepenuhnya habis untuk konsumsi jangka pendek. Sebagian dana dapat dialihkan menjadi aset yang berpotensi memberi nilai lebih dalam jangka waktu yang lebih panjang.
Bagi investor pemula, investasi emas tidak harus dimulai dari nominal besar. Membeli secara bertahap dengan jumlah kecil sering dianggap lebih realistis, sekaligus membantu membangun kebiasaan menabung secara konsisten.
Perkembangan teknologi finansial juga membuat akses terhadap investasi emas semakin mudah. Melalui fitur eMAS di aplikasi DANA, pengguna dapat membeli emas digital mulai dari sekitar 0,0001 gram atau setara ratusan rupiah, tergantung harga emas saat transaksi.
Selain pembelian, pengguna juga dapat memantau tren harga emas dalam berbagai rentang waktu. Informasi tersebut dapat membantu investor memahami pergerakan harga sebelum mengambil keputusan membeli atau menjual emas.

Meski dikenal sebagai instrumen yang relatif stabil, harga emas tetap dapat mengalami fluktuasi. Karena itu, investor tetap perlu memahami karakteristik pergerakan harga serta mempertimbangkan jangka waktu investasi.
Transaksi emas digital melalui fitur eMAS di DANA berada di bawah pengawasan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau BAPPEBTI. Emas digital yang dimiliki pengguna juga dapat dicetak menjadi emas fisik apabila dibutuhkan.
Head of Investment and Insurance DANA, Ivan Kusuma, mengatakan kebiasaan berinvestasi dapat dimulai dari nominal kecil selama dilakukan secara konsisten.
“Momentum THR bisa dimanfaatkan untuk mulai membangun kebiasaan investasi. Akses yang semakin mudah diharapkan dapat membantu lebih banyak orang memulai langkah tersebut,” ujarnya.
Untuk banyak pekerja, THR memang datang setahun sekali. Namun keputusan menyisihkan sebagian dana pada momen tersebut diyakini dapat menjadi langkah awal membangun disiplin keuangan yang lebih terarah. Jika kebiasaan ini dijaga secara konsisten, nilainya dapat berkembang menjadi cadangan aset dalam jangka panjang.

