Kepala PPATK Tinjau Program MBG Grab-OVO di Sekolah Khusus Tangerang, Soroti Tata Kelola dan Inklusivitas

Navaswara.com – Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berbasis tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang dijalankan Grab, OVO, dan Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB) di Sekolah Khusus Negeri 01 Balaraja, Kabupaten Tangerang, Kamis (16//7).

Dalam kunjungan tersebut, Ivan melihat langsung proses penyediaan makanan bagi anak-anak berkebutuhan khusus, mulai dari produksi oleh mitra UMKM, distribusi, hingga makanan diterima para siswa. Ia juga meninjau sistem pencatatan, mekanisme pemantauan, serta penerapan standar keamanan pangan selama pelaksanaan program.

Kunjungan itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan 24 tahun Gerakan Nasional Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (GERNAS APU-PPT) melalui Gerakan Nasional Memuliakan Sesama (GERNAS Mulia), yang mendorong kolaborasi berbagai pihak dalam kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Ivan turut menyerahkan bantuan perlengkapan belajar kepada Sekolah Khusus Negeri 01 Balaraja sebagai dukungan terhadap proses pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus.

Ketua Harian Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB) Cahaya Manthovani mengungkapkan, program tersebut tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga mendorong terciptanya ruang yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas.

“Semua ini dilakukan untuk terus menghilangkan stigma, membuka ruang yang lebih luas bagi inklusi, dan menjadi bagian dari perubahan,” ujar Cahaya.

Ia mengapresiasi dukungan para donor, mitra, kepala sekolah, guru, dan tenaga pendidik yang terlibat dalam pelaksanaan program.

“Kepedulian yang diberikan telah membawa harapan dan membuka lebih banyak kesempatan bagi anak-anak yang kita cintai. Semoga Yayasan Inklusi terus menjadi rumah yang penuh kasih, tempat bertumbuh, dan jembatan menuju masa depan yang lebih baik bagi setiap anak dan keluarganya,” tuturnya.

Sistem Digital untuk Memantau Distribusi Makanan

Program MBG Grab-OVO merupakan inisiatif CSR yang didanai sepenuhnya oleh sektor swasta sebagai bentuk dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis nasional. Program ini dijalankan melalui kolaborasi Grab, OVO, Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, serta sejumlah mitra swasta.

Dalam pelaksanaannya, Grab dan OVO memanfaatkan sistem pemantauan digital yang memungkinkan seluruh proses dipantau secara real time, mulai dari kesiapan dapur mitra UMKM, distribusi makanan, hingga makanan diterima pihak sekolah.

Sistem tersebut juga mendokumentasikan setiap tahapan pelaksanaan sehingga proses distribusi dapat dipantau dan dievaluasi secara berkelanjutan.

Ivan memaparkan, program sosial yang melibatkan banyak pemangku kepentingan memerlukan tata kelola yang baik agar manfaatnya benar-benar diterima masyarakat.

“Program sosial yang melibatkan banyak pemangku kepentingan harus didukung tata kelola yang baik agar manfaatnya tepat sasaran, aman, dan transparan,” kata Ivan.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi dapat membantu memperkuat pencatatan, pemantauan operasional, serta evaluasi pelaksanaan program.

Dengan dukungan ekosistem digital Grab-OVO yang dilengkapi sistem monitoring operasional, audit lapangan, dan Command Center, proses distribusi makanan dapat dipantau secara lebih konsisten untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan.

CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan, program tersebut dirancang tidak hanya untuk mendukung pemenuhan gizi anak-anak sekolah, tetapi juga memberdayakan UMKM lokal dan mitra pengemudi yang tergabung dalam ekosistem Grab.

“Di satu sisi, kami berkomitmen memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah sebagai calon penerus bangsa. Di sisi lain, seluruh penyediaan makanan ini sepenuhnya memberdayakan mitra UMKM lokal dan mitra pengemudi di ekosistem kami,” ujar Neneng.

Neneng menjelaskan, seluruh proses operasional program didokumentasikan secara digital, mulai dari kesiapan mitra UMKM, pengiriman makanan, hingga umpan balik dari sekolah sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan.

Fokus pada Anak Berkebutuhan Khusus

Pendiri Yayasan Inklusi Pelita Bangsa sekaligus Jaksa Muda Agung Intelijen Prof. Reda Manthovani menilai akses terhadap makanan bergizi memiliki arti penting bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

“Bagi anak-anak, khususnya anak berkebutuhan khusus, akses terhadap makanan bergizi bukan hanya soal pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi kesehatan, kemampuan belajar, dan tumbuh kembang mereka,” kata Prof. Reda.

Ia menambahkan, penggunaan teknologi membuat setiap tahapan distribusi makanan dapat dipantau sejak diproduksi di dapur mitra UMKM hingga diterima di sekolah.

“Setiap proses mulai dari dapur UMKM hingga makanan diterima di sekolah dapat dipantau dengan baik, sehingga memberikan rasa percaya bagi sekolah, orang tua, maupun seluruh pihak yang terlibat bahwa makanan yang diberikan benar-benar memenuhi standar,” ujarnya.

Selain memberikan manfaat bagi penerima program, MBG Grab-OVO juga melibatkan UMKM lokal sebagai penyedia makanan. Para pelaku usaha mendapatkan pendampingan untuk memenuhi standar keamanan pangan sekaligus meningkatkan kapasitas usaha mereka.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengungkapkan, Sekolah Khusus Negeri 01 Balaraja saat ini menampung sekitar 290 siswa. Menurut dia, jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah seiring meningkatnya kebutuhan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.

“Dengan adanya Program Makan Bergizi Gratis dan dukungan edukasi, kami berharap anak-anak dapat menjalani proses belajar dengan lebih baik dan memiliki kesempatan untuk menggapai masa depan mereka,” kata Maesyal.

Ia mengapresiasi kolaborasi yang melibatkan PPATK, Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, Grab, OVO, dan berbagai mitra dalam mendukung pemenuhan kebutuhan anak-anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Tangerang.

Bagi Maesyal, perhatian terhadap kelompok rentan tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, melainkan memerlukan dukungan berbagai pihak.

“Mereka memiliki hak yang sama untuk mandiri, maju, dan memperoleh perhatian yang setara. Tidak boleh ada perbedaan dalam pelayanan kepada mereka karena mereka juga merupakan bagian dari generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Telah Menjangkau Lebih dari 5.000 Penerima Manfaat

Sejak diluncurkan pada September 2024, Program MBG Grab-OVO telah menjangkau 36 sekolah, termasuk sekolah khusus, dengan lebih dari 5.000 penerima manfaat.

Program tersebut juga melibatkan 34 mitra UMKM dan kantin sekolah serta 32 mitra pengemudi di 12 kota dan kabupaten.

Adapun program yang saat ini masih berjalan mencakup 25 sekolah dengan 3.396 penerima manfaat, didukung oleh 31 mitra UMKM dan kantin sekolah serta 30 mitra pengemudi di sembilan kota dan kabupaten.

Ke depan, Grab, OVO, dan Yayasan Inklusi Pelita Bangsa menyatakan akan terus mengembangkan pendekatan berbasis teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan, keamanan pangan, serta tata kelola program sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *