Raya Local Market 2026 Vol.1 Resmi Dibuka, Kolaborasi Besar Dorong UMKM Naik Kelas

Navaswara.com — Semangat kolaborasi dan optimisme ekonomi lokal terasa kuat dalam Opening Ceremony “Raya Local Market 2026 Vol.1” yang digelar pada Kamis, 26 Februari 2026 di SMESCO Exhibition Hall. Gelaran perdana ini menjadi momentum strategis yang mempertemukan pelaku UMKM, pengusaha muda, pemerintah, hingga komunitas kreatif dalam satu panggung kebangkitan produk lokal.

Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara SMESCO Indonesia dan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia bersama HIPMI Jaya serta HIPMI Jakarta Pusat. Sinergi lintas sektor tersebut menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat ekosistem UMKM dan mendorong pelaku usaha naik kelas melalui promosi, jejaring bisnis, hingga penguatan kapasitas.

Rangkaian pembukaan berlangsung khidmat. Lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan, menjadi simbol bahwa membangun UMKM bukan sekadar agenda ekonomi, tetapi bagian dari penguatan kemandirian bangsa. Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran perwakilan Kementerian UMKM, antara lain Deputi Bidang Usaha Kecil Temmy Satya Permana, Deputi Bidang Usaha Menengah Bagus Rachman, Deputi Bidang Kewirausahaan Siti Azizah, Staf Khusus Menteri UMKM sekaligus Komisaris PT Pegadaian Syafaat Perdana serta Ketua DWP Kementerian UMKM Dewi Arif Rahman Hakim. Turut hadir pimpinan SMESCO Indonesia, pengurus HIPMI Jaya dan HIPMI Jakarta Pusat, serta mitra strategis seperti PT Pos Indonesia dan BRI, yang menunjukkan dukungan konkret terhadap sektor usaha kecil dan menengah.

Direktur Utama LLP-KUKM SMESCO Indonesia, Doddy Akhmadsyah Matondang, dalam laporannya menegaskan bahwa Raya Local Market Vol.1 bukan sekadar agenda tiga hari, melainkan pijakan awal dari program berkelanjutan. Ia berharap kegiatan ini terus berkembang dengan skala dan dampak yang semakin luas pada volume-volume berikutnya.

Menurutnya, semangat utama yang diusung adalah bridging yang mempertemukan UMKM potensial dengan pengusaha muda serta pasar yang tepat sehingga tercipta business matching dan penguatan usaha secara nyata. Dengan konsep ini, pelaku UMKM tidak hanya memperoleh ruang pamer, tetapi juga peluang kolaborasi jangka panjang.

Selama tiga hari penyelenggaraan, sebanyak 62 tenant hadir secara langsung dengan hampir 150 brand yang terlibat melalui berbagai kolaborasi. Produk yang ditampilkan mencakup fesyen, kuliner, kriya, hingga lifestyle kreatif. Antusiasme pengunjung terlihat sejak siang hari pembukaan, bahkan sebelum seremoni resmi dimulai.

Ketua HIPMI Jaya, Muhammad Riandy Haroen, dalam sambutannya menegaskan bahwa organisasi pengusaha muda harus mampu memberikan dampak luas, tidak hanya bagi anggota internal tetapi juga bagi masyarakat dan pelaku usaha kecil. Ia menyebut kegiatan ini sebagai contoh konkret bagaimana kolaborasi dapat menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi di Jakarta dan sekitarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Usaha Kecil Temmy Satya Permana yang mewakili Menteri UMKM RI memaparkan capaian ekonomi kreatif nasional. Pada 2025, nilai ekspor produk ekonomi kreatif tercatat mencapai Rp203 triliun atau melampaui target hingga 104 persen. Sektor ini juga menunjukkan pertumbuhan signifikan serta peningkatan investasi. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa capaian tersebut harus diimbangi dengan penguatan pasar domestik.

Menurutnya, konsumen Indonesia cenderung mempertimbangkan harga dan kualitas dibandingkan asal produk. Tantangan terbesar adalah memastikan produk UMKM tampil kompetitif dan dipercaya pasar. Ia juga menekankan bahwa produk lokal tidak harus selalu murah. Jika kualitasnya tinggi dan prosesnya memiliki nilai tambah, maka harga yang layak adalah bentuk penghargaan terhadap karya anak bangsa.

Raya Local Market 2026 Vol.1 turut menghadirkan lima sesi talkshow inspiratif selama tiga hari, menghadirkan pembicara muda berprestasi dari berbagai bidang, termasuk entrepreneur yang masuk daftar Forbes Asia. Kehadiran figur-figur tersebut diharapkan mampu memotivasi pelaku UMKM untuk berani bertransformasi, memperluas pasar digital, dan meningkatkan daya saing.

Tidak hanya menjadi ruang transaksi, acara ini juga menjadi ruang pembelajaran dan jejaring. Para pelaku usaha mendapatkan kesempatan memahami tren pasar, memperkuat strategi branding, serta membuka peluang kerja sama baru. Sementara bagi pengunjung, ini menjadi ajang mengenal lebih dekat kualitas produk lokal yang semakin kompetitif.

Menjelang waktu berbuka puasa, suasana semakin hangat dengan tausiyah yang disampaikan oleh David Chalik. Di bulan Ramadan, semangat membangun usaha terasa berpadu dengan nilai keberkahan dan kebersamaan. Kolaborasi yang terjalin bukan hanya soal keuntungan bisnis, tetapi juga tentang membangun masa depan ekonomi yang lebih mandiri dan berdaya.

Dengan resmi dibukanya Raya Local Market 2026 Vol.1, harapan besar disematkan agar kegiatan ini menjadi gerakan berkelanjutan yang mempertemukan UMKM dengan pasarnya, memperkuat kolaborasi antar-pelaku usaha, serta menegaskan bahwa produk lokal layak menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Jika volume pertama ini menjadi pijakan awal, maka langkah berikutnya adalah memastikan dampaknya terus tumbuh, lebih banyak tenant, lebih luas jangkauan, dan kontribusi yang semakin kuat bagi ekonomi Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *