Navaswara.com – Provinsi Banten bersiap menjadi tuan rumah ajang pelestarian tradisi lisan, Festival Storytelling Cerita Rakyat Suara Nusantara 2026″. Kegiatan yang digagas Navaswara ini mengusung kompetisi mendongeng sebagai medium untuk memperkenalkan kembali cerita rakyat dan legenda lokal kepada generasi muda.
Rencana penyelenggaraan acara tersebut disampaikan dalam audiensi tim Navaswara bersama Gubernur Banten Andra Soni di Pendopo Gubernur Banten, Kota Serang, Kamis (30/1). Pertemuan ini membahas upaya penguatan literasi berbasis budaya lokal di Banten.
Dongeng dan Literasi Dasar
Di tengah perkembangan teknologi digital, tradisi mendongeng dinilai mulai berkurang dalam kehidupan keluarga. Padahal, aktivitas ini memiliki peran penting dalam membangun literasi dasar anak sejak usia dini.
Managing Director Navaswara Cahaya Manthovani menyampaikan bahwa mendongeng tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga membantu meningkatkan minat baca, memperkaya kosakata, serta merangsang imajinasi anak.
Banten sendiri memiliki beragam legenda dan cerita rakyat yang selama ini diwariskan secara lisan. Namun, warisan tersebut dinilai berisiko terlupakan jika tidak diupayakan revitalisasi secara berkelanjutan. Hal inilah yang melatarbelakangi penyelenggaraan Suara Nusantara 2026 dengan tema “Menghidupkan Legenda Banten, Menginspirasi Masa Depan.”
Dukungan Pemerintah Daerah
Gubernur Banten Andra Soni menyambut positif rencana pelaksanaan Suara Nusantara 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 16–17 Mei 2026. Ia menilai literasi sebagai salah satu fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Banten.
Selain penguatan budaya baca, Andra juga menekankan pentingnya dukungan terhadap penulis lokal serta pengembangan ekosistem literasi yang inklusif.
“Dukungan terhadap penulis lokal sangat penting agar dari Banten bisa lahir penulis-penulis baru, seperti Gol A Gong,” ujar Andra.
Ia juga mengusulkan agar kegiatan ini melibatkan kelompok difabel serta menampilkan unsur seni tradisional sebagai bagian dari rangkaian acara.

Peran Bunda Literasi
Hal senada disampaikan Tinawati Andra Soni, Bunda Literasi Provinsi Banten periode 2025–2030. Menurutnya, penguatan literasi memerlukan keterlibatan berbagai pihak, baik pemerintah, komunitas, maupun masyarakat.
“Pertemuan ini menjadi ruang untuk saling bertukar gagasan dan mencari solusi agar program literasi di Banten dapat berjalan sebagai satu gerakan bersama yang berdampak,” kata Tinawati.
Rangkaian Acara Suara Nusantara 2026
Suara Nusantara 2026 akan digelar di Pendopo Gubernur Banten. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).
Kompetisi mendongeng akan dibuka untuk beberapa kategori, mulai dari siswa SD, SMP, SMA, mahasiswa, hingga kategori umum. Panitia juga menyiapkan penghargaan Juara 1, 2, dan 3 di setiap kategori, serta penghargaan tambahan seperti Best Costume dan Juara Favorit.
Selain lomba, acara ini akan diramaikan dengan pameran UMKM kuliner lokal serta kehadiran tokoh inspiratif. Gubernur Andra Soni dan Tinawati juga direncanakan turut ambil bagian dengan mendongeng secara langsung.
Menutup audiensi, Andra Soni mengajak pelajar, mahasiswa, dan masyarakat Banten untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Saya mengajak masyarakat Banten untuk ikut serta menghidupkan kembali legenda daerah sebagai bagian dari upaya membangun budaya literasi,” pungkasnya.
