Navaswara.com — Pemerintah menegaskan komitmen memperkuat kualitas pendidikan nasional pada 2026 dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp52,12 triliun melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Kebijakan tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI. Anggaran difokuskan pada pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, perluasan Program Indonesia Pintar, serta peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru.
Kemendikdasmen menargetkan revitalisasi 11.744 sekolah, digitalisasi di 288.865 satuan pendidikan, serta perluasan PIP hingga jenjang PAUD dengan sasaran 19,48 juta peserta didik dari keluarga kurang mampu.
Di sisi peningkatan mutu pendidik, pemerintah menyiapkan pelatihan bagi lebih dari 119 ribu guru, pelaksanaan PPG, peningkatan kualifikasi pendidikan, serta kenaikan insentif guru non-ASN menjadi Rp400 ribu per bulan.
Pemerintah juga menindaklanjuti arahan Presiden melalui penguatan literasi, bantuan alat tulis bagi siswa kelas awal SD, serta rencana pembangunan sekolah terintegrasi di tingkat kecamatan.
Melalui kebijakan ini, pendidikan kembali ditegaskan sebagai investasi strategis bangsa untuk mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing.
