Navaswara.com – Tim nasional basket kursi roda putra Indonesia 3×3 harus mengakui keunggulan tuan rumah Thailand pada laga semifinal Asean Para Games 2025. Bertanding di Hall lantai 4 Terminal 21, Nakhon Ratchasima, Thailand, Senin (19/1), Indonesia kalah dengan skor 5-14.
Danu Koswantoro dan kawan-kawan kesulitan mengembangkan permainan sejak awal pertandingan. Thailand tampil dominan dengan tempo cepat dan akurasi tembakan yang lebih baik, sehingga mampu menekan Indonesia sepanjang laga.
Pelatih timnas basket kursi roda Indonesia, Salim Nurjadin, mengakui hasil tersebut belum maksimal. Ia menilai faktor mental bertanding menjadi salah satu aspek yang perlu segera dibenahi jelang laga perebutan juara ketiga.
“Hasil di penyisihan memang sangat kurang maksimal karena kita mengalami kekalahan di semua pertandingan. Tapi setelah ini kami akan fokus dan fight keras di perebutan juara tiga melawan Malaysia,” ujar Salim usai pertandingan.
Sepanjang laga semifinal, Indonesia beberapa kali gagal memanfaatkan peluang. Sejumlah tembakan tidak akurat dan bahkan tak mengenai ring, membuat tim kesulitan mengejar perolehan poin Thailand.
Salim menambahkan, faktor kelelahan dan adaptasi pertandingan turut memengaruhi performa anak asuhnya, meski hal tersebut tidak dijadikan alasan utama.
“Mungkin masih jet lag dan kena demam panggung karena ini hari pertama dan jadwalnya cukup padat. Tapi itu tidak bisa dijadikan alasan, karena format 3×3 memang selalu padat,” katanya.
Ia berharap performa tim membaik pada laga terakhir menghadapi Malaysia. Menurutnya, komunikasi tim, ketenangan, dan penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah utama.
“Kami akan fokus pada komunikasi dan finishing. Akurasi menurun karena kurang tenang dan lambat mengambil keputusan, sehingga shoot clock habis di detik terakhir,” jelas Salim.
Salim optimistis Indonesia mampu bangkit di laga perebutan medali perunggu. Ia menilai timnya sempat menunjukkan perlawanan saat bertemu Malaysia di fase penyisihan.
“Untuk lawan Malaysia nanti kita akan main keras sejak awal. Di penyisihan kita sempat tertinggal tapi bisa comeback dan unggul dua bola. Saya harap di perebutan juara tiga anak-anak lebih pintar mengambil keputusan. Kami optimistis menang,” ujarnya.
Pada fase penyisihan, timnas basket kursi roda Indonesia 3×3 belum meraih kemenangan. Indonesia kalah dari Filipina dengan skor 3-20, kemudian takluk dari Malaysia 6-10, serta kembali kalah dari Thailand dengan skor 6-16.
Pemain timnas basket kursi roda Indonesia, I Komang Suparta, menilai kekalahan ini menjadi bahan evaluasi penting sebelum laga perebutan perunggu.
“Laga hari ini perlu banyak evaluasi, terutama finishing, pertahanan, mental, ketenangan, dan jam terbang. Pelajaran hari ini jadi modal untuk perebutan perunggu nanti. Kami optimistis bisa membawa pulang medali,” pungkas Komang.
