Navaswara.com – Kontingen Indonesia berhasil menembus lima besar klasemen sementara perolehan medali Asian Youth Para Games 2025 yang berlangsung di Dubai. Hingga pertengahan kompetisi, Indonesia mengoleksi total 56 medali yang terdiri dari 21 emas, 23 perak, dan 12 perunggu.
Capaian tersebut jauh melampaui target awal kontingen Indonesia yang sebelumnya hanya mematok empat medali emas. Tambahan medali signifikan datang dari sejumlah cabang olahraga, dengan para renang menjadi penyumbang emas terbanyak.
Di antara negara-negara Asia Tenggara, Indonesia masih bersaing ketat dengan Thailand yang berada di peringkat keempat klasemen sementara dengan koleksi 23 emas, 25 perak, dan 29 perunggu. Sementara posisi puncak klasemen masih ditempati Uzbekistan.
Cabang olahraga para renang menjadi tulang punggung perolehan medali Indonesia. Dari seluruh nomor yang diikuti, para perenang Indonesia mengumpulkan 11 medali emas, 11 perak, dan empat perunggu. Lebih dari separuh medali emas kontingen Merah Putih berasal dari cabang ini.
Sejumlah atlet tampil menonjol. Abdil Majid Rahman menjadi penyumbang medali terbanyak dari cabang para renang dengan raihan empat emas dan dua perak dari enam nomor yang diikuti. Atlet asal Kampar, Riau, tersebut menjalani debutnya di ajang internasional.
Siti Aisyah juga mencatatkan performa impresif dengan mengoleksi empat medali emas. Ia menjadi atlet Indonesia pertama yang mempersembahkan emas pada ajang Asian Youth Para Games 2025.
Selain itu, Iput Etri Hafana menambah dua emas bagi Indonesia, sementara satu emas lainnya disumbangkan oleh I Komang Aditya Pradnyana.
Pelatih para renang Indonesia, Agni Herarta Anindya Satria, menyebut capaian tersebut di luar perkiraan tim pelatih. Menurutnya, sejak awal fokus utama tim adalah peningkatan catatan waktu para atlet.
“Sejak awal kami tidak memasang target tinggi karena masih mempelajari kekuatan lawan. Fokus kami pada peningkatan waktu, dan hasilnya cukup baik,” ujar Agni di Dubai Club for People of Determination, Jumat (12/12) dilansir dari VOI.
Agni menambahkan, salah satu capaian penting datang dari Abdil Majid Rahman yang mencatatkan waktu 1 menit 21 detik pada nomor 100 meter gaya dada S7 kategori usia 12–16 tahun. Catatan tersebut telah memenuhi standar kualifikasi World Championship.
Abdil mengaku tidak menyangka mampu meraih enam medali pada ajang internasional pertamanya. “Ini pertama kali saya tampil di kejuaraan internasional. Saya tidak menyangka bisa meraih enam medali,” ujar atlet kelahiran 2009 tersebut.
Selain para renang, Indonesia juga menambah perolehan medali dari cabang para atletik dengan raihan tiga emas dan empat perak. Cabang tersebut masih berpeluang menambah medali hingga hari terakhir pertandingan.
Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia, Prof. Reda Manthovani, menyampaikan apresiasinya atas pencapaian kontingen Indonesia.
“Langkah besar Indonesia di panggung Asia kembali tercatat. Pada Asian Youth Para Games Dubai 2025, kontingen Merah Putih menunjukkan progres luar biasa dengan lonjakan prestasi yang membanggakan. Dari Top 10, Indonesia berhasil bergerak naik dan menembus peringkat 5 klasemen perolehan medali.”
“Capaian ini bukan sekadar angka di papan klasemen, melainkan simbol kebangkitan, konsistensi, dan arah masa depan olahraga disabilitas Indonesia yang semakin kuat di level internasional,” kata Prof. Reda.
Asian Youth Para Games 2025 di Dubai masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan, dengan Indonesia berpeluang menambah perolehan medali dari sejumlah cabang yang masih dipertandingkan.
