Mikroplastik di dapur pemicu serius serangan jantung dan stroke. Kenali 7 benda rumah tangga berisiko tinggi dan pelajari cara mudah menguranginya hari ini.k
Navaswara.com – Mikroplastik berukuran kurang dari 5 milimeter merupakan ancaman serius. Partikel itu sering kali tak terlihat oleh mata telanjang dan berpotensi merusak lingkungan dan aspek kehidupan. Salah satu kekhawatiran utama terkait mikroplastik adalah dampaknya terhadap kesehatan manusia. Partikel kecil ini bahkan bisa menumpuk di jaringan tubuh manusia seiring waktu.
Sebuah studi Februari 2025 menemukan, mikroplastik bisa tertimbun di jaringan manusia dan berpotensi memicu berbagai penyakit serius, termasuk serangan jantung dan stroke. Setiap tahun manusia diperkirakan menghirup hingga 22 juta partikel mikro dan nanoplastik. Paparan ini terjadi melalui tiga cara, yaitu terhirup, tertelan, atau terserap melalui kulit.
Dalam skala biologis, berbagai studi menunjukkan kemampuan mikroplastik memicu peradangan jaringan, mempercepat kematian sel, hingga menyebabkan gangguan pada paru-paru dan hati. Pada hewan, dampaknya teramati lebih jauh, menyebabkan kerusakan DNA dan memicu kanker. Dalam kasus yang ekstrem, penumpukan mikroplastik di pembuluh darah dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian mendadak akibat serangan jantung.
Ironisnya, beberapa pemicu paparan mikroplastik terbesar justru berasal dari peralatan yang jamak digunakan dalam kegiatan sehari-hari di dapur, sebagaimana dirangkum dari C Net:
Tujuh Objek Dapur Paling Berisiko Mencemari Makanan
- Peralatan Masak Antilengket: Wajan dan panci berlapis teflon, terutama yang permukaannya retak atau tergores, terbukti dapat melepaskan jutaan partikel mikroplastik langsung ke dalam masakan.
- Wadah Makanan Plastik: Kotak makan atau wadah plastik, terutama dari layanan pesan antar, rentan melepaskan mikroplastik saat terkena panas. Penelitian mengonfirmasi bahwa hampir semua wadah plastik mengandung partikel berbahaya ini.
- Sendok Garpu Plastik: Alat makan berbahan plastik turut melepaskan mikroplastik saat berinteraksi dengan makanan bersuhu tinggi, yang kemudian tertelan melalui asupan harian.
- Kantong Teh Modern: Banyak kantong teh saat ini mengandung polypropylene, bahan yang dapat mengeluarkan miliaran partikel mikroplastik ketika diseduh menggunakan air panas.
- Rempah-rempah Kemasan Plastik: Studi terbaru menunjukkan bahwa seluruh kemasan rempah yang berbahan dasar plastik berpotensi mencemari isi di dalamnya dengan mikroplastik.
- Sedotan Plastik: Sedotan terbukti melepaskan partikel mikro dan nanoplastik yang dapat terhirup langsung. Hal ini berkontribusi pada sekitar 8 juta ton plastik yang berakhir mencemari lautan dan ekosistem setiap tahunnya.
- Kaleng Makanan: Meskipun banyak produsen beralih dari lapisan berbasis Bisphenol A (BPA), bahan pelapis alternatif seperti akrilik dan epoksi poliester tetap teridentifikasi mengandung mikroplastik.
Reduksi Paparan Dimulai dari Komitmen Sederhana
Ancaman ini, meski masif, dapat diminimalisasi dengan komitmen dan adaptasi sederhana di dapur, seperti:
- Ganti alat masak antilengket dan plastik dengan material baja tahan karat (stainless steel), besi cor (cast iron), atau kayu.
- Gunakan wadah berbahan kaca atau keramik sebagai pengganti kotak plastik untuk menyimpan bahan dan makanan sisa.
- Pilih daun teh lepas (loose leaf) dan gunakan saringan logam atau tea infuser sebagai alternatif kantong teh plastik.
- Beli rempah-rempah dalam botol kaca atau pertimbangkan kemasan isi ulang tanpa plastik.
- Beralih ke sedotan logam, bambu, atau kertas yang dapat digunakan kembali.
- Utamakan makanan segar atau beku daripada makanan kalengan untuk mengurangi paparan dari lapisan internal kaleng.
Sejumlah langkah tersebut menegaskan, perjuangan melawan mikroplastik dimulai dari kesadaran terhadap apa yang ada di piring dan dapur kita sendiri.
