Inovasi Baru Darya Varia Hadir di HKN Untuk Perjalanan Sehat yang Lebih Praktis

Navaswara.com – Suasana Cibis Park terasa hangat ketika ratusan individu, keluarga, tenaga kesehatan, dan komunitas berkumpul dalam rangkaian Hari Kesehatan Nasional ke-61 bersama PT Darya-Varia Laboratoria Tbk. Rangkaian seminar, pemeriksaan kesehatan, dan aktivitas edukatif dirancang agar masyarakat bisa memahami kondisi tubuh mereka dengan lebih dekat dan praktis dalam rutinitas harian.

Dari sisi pemerintah, Dita Novianti Sugandi Argadiredja dari Kementerian Kesehatan menegaskan pentingnya penguatan layanan primer. Ia melihat kolaborasi lintas sektor sebagai upaya yang memperluas akses masyarakat terhadap informasi kesehatan yang dapat mereka terapkan setiap hari. “Kegiatan seperti ini memberi ruang bagi masyarakat untuk mulai mengenali tanda-tanda kesehatan dengan lebih rutin dan sederhana,” ujarnya.

Dalam sesi berikutnya, dr. Martha Rosana, SpPD, dari Divisi Endokrin, Metabolik, dan Diabetes RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo, memberikan gambaran yang lebih dekat mengenai kondisi kesehatan masyarakat Indonesia. Ia menjelaskan bahwa data Survei Kesehatan Indonesia 2023 menunjukkan hampir 12 persen penduduk Indonesia hidup dengan diabetes dan menempatkan Indonesia di peringkat lima dunia.

Hal yang membuat situasi ini semakin mendesak, menurutnya, adalah kenyataan bahwa 70 sampai 80 persen dari mereka tidak menyadari kondisinya. “Diabetes dan hipertensi adalah penyebab utama gagal ginjal di Indonesia. Jika sudah muncul gejala, artinya penyakit sudah berlangsung bertahun-tahun,” kata dr. Martha.

Deteksi dini penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan kolesterol tinggi menjadi kunci utama menekan angka kematian serta beban biaya kesehatan di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, hampir 12 persen penduduk Indonesia menderita diabetes, dengan 70–80 persen di antaranya tidak menyadari kondisinya hingga muncul komplikasi berat.

dr. Martha menegaskan, ketika gejala baru terasa seperti sering haus, lemas, atau sakit kepala hebat, penyakit sebenarnya sudah berproses selama bertahun-tahun dan seringkali sudah memicu kerusakan organ permanen, terutama ginjal dan jantung.

Data menunjukkan diabetes dan hipertensi tidak terkontrol merupakan penyebab nomor satu gagal ginjal yang berujung cuci darah di Tanah Air. Ketua KPCDI Tony Samosir, yang didiagnosis gagal ginjal di usia 27 tahun hanya karena mengabaikan tekanan darah 170/100, menyatakan deteksi dini adalah investasi termurah dibandingkan biaya cuci darah seumur hidup.

“Minum obat tekanan darah setiap hari jauh lebih murah daripada cuci darah dua-tiga kali seminggu. Yang mahal itu bukan sehat, tapi sakit,” tegas Tony, mengingatkan generasi muda untuk tidak lagi menunda pemeriksaan rutin hanya karena merasa masih muda dan bugar.

Bagi Darya-Varia, momentum ini menjadi bagian dari perjalanan menuju usia lima puluh tahun. Presiden Direktur dr. Ian Kloer melihat HKN sebagai kesempatan untuk memperkenalkan teknologi kesehatan yang relevan dengan gaya hidup modern. Ia menyampaikan bahwa inovasi menjadi jembatan agar masyarakat bisa memulai kebiasaan sehat dengan langkah kecil yang mudah dilakukan.

“Hari ini adalah rangkaian perayaan Hari Kesehatan Nasional ke-61 bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan. Darya-Varia juga mengambil kesempatan untuk memperkenalkan alat kesehatan baru hasil kolaborasi dengan PT Astra Komponen Indonesia. Ini salah satu alat kesehatan pertama di Indonesia yang dilengkapi kemampuan IoT dan AI untuk self-monitoring pada pasien,” jelasnya.

Dalam acara tersebut, Darya-Varia memperkenalkan inovasi alat kesehatan berbasis keluarga yang dapat memeriksa berbagai parameter secara real time melalui AI dan koneksi Bluetooth. Inovasi tersebut hadir melalui Divi Lab, perangkat kesehatan produksi dalam negeri yang dapat memantau tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat dalam satu alat.

Data yang terekam otomatis membantu pengguna melihat pola dan perkembangan kesehatan setiap hari. “Alat ini kami hadirkan agar masyarakat tidak lagi beralasan males cek kesehatan. Semua jadi lebih mudah, praktis, dan bisa dilakukan di rumah,” ujar Astri Tri Astuti selaku Corporate Strategic Initiative Operational Director.

Kehadiran teknologi ini membantu masyarakat melakukan pemantauan mandiri secara lebih praktis. Ketua KPCDI Tony Richard Samosir menilai perangkat seperti ini memberi kemudahan bagi pasien untuk memahami kondisi tubuh mereka dengan lebih teratur.

Sebagai bagian dari perjalanan menuju lima dekade, Darya-Varia juga memperkenalkan kampanye “Health is Wealth – 50 Days of Wellness Challenge”. Program ini mengajak masyarakat menjalani kebiasaan sehat yang sederhana namun konsisten, mulai dari pilihan makanan sehari-hari hingga tantangan aktivitas fisik ringan. Kampanye ini digunakan sebagai ruang bagi masyarakat untuk membangun pola hidup yang stabil dan lebih selaras dengan kebutuhan tubuh.

Rangkaian peringatan HKN ke-61 menunjukkan bahwa perhatian terhadap kesehatan berawal dari langkah-langkah kecil yang dijalani dengan kesadaran penuh. Lewat inovasi yang mudah diakses dan kampanye yang bersifat inklusif, Darya-Varia ingin membantu masyarakat memulai perjalanan kesehatan yang lebih terarah dan nyaman dalam kehidupan sehari-hari.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *