Navaswara.com — Pemerintah mempercepat langkah revitalisasi pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi untuk meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia nasional. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan bahwa percepatan ini menjadi agenda prioritas pemerintah dalam menjawab kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Penegasan tersebut disampaikan Menko PMK usai memimpin Rapat Tingkat Menteri Percepatan Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Jumat (14/11/2025). Ia menjelaskan bahwa penguatan vokasi merupakan tindak lanjut arahan Presiden dalam rapat kabinet awal November yang meminta terobosan nyata bagi penyiapan tenaga kerja kompeten.
“Presiden menginstruksikan agar revitalisasi vokasi dipercepat. Ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja dalam negeri, tetapi juga menjawab peluang global di negara-negara yang menghadapi aging society,” ujar Pratikno.
Menurutnya, percepatan revitalisasi vokasi dilakukan melalui dua agenda paralel. Pertama, penyempurnaan kelembagaan, termasuk penguatan Tim Koordinasi Nasional Vokasi dan 29 Tim Koordinasi Daerah Vokasi. Kedua, integrasi kebutuhan industri dengan suplai tenaga kerja melalui pembangunan Smart Integrated Dashboard yang menghubungkan data lintas kementerian dan lembaga secara real-time.

“Kita membutuhkan sebuah dashboard terpadu agar supply dan demand tenaga kerja dapat bertemu dengan cepat dan akurat,” jelasnya.
Menko PMK menekankan bahwa langkah-langkah jangka pendek seperti peningkatan kemampuan bahasa, sertifikasi kompetensi, hingga penyelarasan kurikulum harus segera dijalankan sambil menunggu penyempurnaan kelembagaan dan sistem digital.
Selain kesiapan pemerintah, ia menegaskan pentingnya kolaborasi dunia usaha dan industri. Menurutnya, sinergi lintas sektor merupakan prasyarat bagi lahirnya ekosistem vokasi yang relevan dan mampu mencetak lulusan kompetitif.
“Revitalisasi vokasi membutuhkan kerja bersama. SDM unggul berarti kompetitif secara global sekaligus inklusif bagi semua anak bangsa,” ujarnya.
Rapat tersebut dihadiri sejumlah menteri, wakil menteri, ketua lembaga sertifikasi, dan perwakilan dari berbagai kementerian. Kehadiran lintas instansi ini menegaskan bahwa revitalisasi vokasi merupakan agenda strategis nasional yang memerlukan koordinasi terpadu untuk memperkuat daya saing Indonesia menuju 2045.
