Navaswara.com – Kisah di balik perabot yang menghiasi rumah-rumah modern sering kali dimulai dari tangan-tangan terampil pengrajin lokal. Di balik desain fungsional dan estetika khas IKEA, ada perjalanan panjang para produsen lokal yang berkolaborasi untuk menghadirkan karya terbaik mereka. Melalui kemitraan dengan para produsen dalam negeri, IKEA Indonesia membantu membuka jalan bagi produk buatan Indonesia untuk dikenal hingga mancanegara.
Dalam acara bersama Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan di Jakarta, PT DFI Retail Nusantara Tbk melalui IKEA Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat industri manufaktur nasional dan menjadikan Indonesia sebagai basis manufaktur global. Presiden Direktur Hadrianus Wahyutri Kusumo menyatakan bahwa kolaborasi dengan produsen lokal merupakan strategi berkelanjutan yang krusial.
“Kemitraan ini tidak hanya mendukung rantai pasok IKEA, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata melalui peningkatan nilai ekspor produk buatan Indonesia serta penciptaan lapangan kerja baru dan pengembangan keterampilan tenaga kerja lokal,” ujarnya.
“Kami sangat percaya dengan sinergi dan keluasan dalam kebijakan, potensi industri di Indonesia dapat berkembang lebih cepat dan memberi nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional. Dukungan pemerintah menjadi faktor kunci yang memungkinkan kami untuk terus tumbuh secara berkelanjutan, sekaligus menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis manufaktur global yang kuat dalam jaringan IKEA,” tambah Hadrianus.

Managing Director IKEA Indonesia, Charlie Landale, menegaskan komitmen IKEA untuk memperluas akses produk buatan Indonesia ke pasar global. “Kami melihat progres yang sangat bagus. Selain mengembangkan perusahaan besar yang merupakan bagian dari global source production, kami juga berkomitmen mendukung UMKM lokal. Melalui program Teras Indonesia, kami telah berhubungan dengan lebih dari 1.000 pelaku usaha kecil dan menengah, dan akan terus melakukannya,” ujarnya.
Charlie menjelaskan, dukungan ini juga dijalankan melalui kerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM. “Kami pikir ini program yang luar biasa. Harapannya, beberapa pelaku usaha tersebut dapat berkembang menjadi perusahaan besar di masa depan,” tambahnya.
Charlie Landale menambahkan bahwa langkah ini bukan tanpa tantangan. “Kami adalah perusahaan global yang berusaha melokalisasi, sementara Indonesia merupakan negara yang sangat berakar pada budaya lokal dan kini tengah berupaya mengglobalisasi. Kami berkembang bersama perusahaan dalam negeri agar pergerakan ini berlaku bagi IKEA dan Indonesia,” tuturnya.

“Produk-produk ini tidak hanya hadir di toko IKEA Indonesia, tetapi juga menjadi bagian dari koleksi yang dinikmati di lebih dari 60 negara, di mana lebih dari 500 toko IKEA beroperasi. Beberapa di antaranya bahkan menjadi favorit di berbagai negara seperti keranjang rotan BUKSBO, boneka DJUNGELSKOG, dan sofa tempat tidur NYKIL,” ujar Charlie. Ia menambahkan, kolaborasi ini turut memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global serta membuka lapangan kerja baru bagi tenaga lokal.
Sejauh ini, dukungan nyata IKEA Indonesia pada produk lokal berwujud pada dukungan pengembangan produk, promosi produk lokal di toko IKEA global, dan sourcing berkelanjutan serta lokalisasi rantai pasok untuk efesiensi logistik serta harga lebih terjangkau. IKEA Indonesia berusaha membantu pengusaha lokal memenuhi standar kualitas global. IKEA global juga mempromosikan keranjang rotan BUKSBO, dan sofa tempat tidur NYKIL yang saat ini harganya tengah didiskon di IKEA Indonesia.
Adie Rochmanto Pandiangan, Staf Ahli Menteri Perindustrian, mengapresiasi langkah IKEA yang aktif membina pemasok lokal untuk mengadopsi standar kualitas global. “Upaya ini memperkuat kemampuan sumber daya lokal, menciptakan tenaga kerja yang lebih terampil, dan meningkatkan daya saing industri Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Iqbal Shoffan Shofwan, menilai kemitraan IKEA dan produsen lokal berperan besar dalam memperluas jangkauan produk Indonesia di pasar internasional. “Kolaborasi ini membuka akses yang lebih luas bagi produk lokal untuk bersaing di pasar global. Kami melihat langkah IKEA sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ekspor produk unggulan Indonesia agar terus tumbuh di tengah dinamika ekonomi dunia,” tuturnya.
Melalui program Teras Indonesia yang sejak 2017 memberi ruang bagi lebih dari 1.000 UMKM untuk menjual produknya di area toko tanpa biaya, IKEA terus menumbuhkan semangat kolaborasi. Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen IKEA untuk membawa kreativitas lokal Indonesia agar semakin dikenal di pasar global.
