Navaswara.com – Transformasi digital terus mengubah cara masyarakat memandang dan mengekspresikan gaya. Di era ketika fashion menjadi bagian dari identitas diri, teknologi menghadirkan pengalaman baru yang menghubungkan kreativitas dan ekspresi personal.
Perkembangan teknologi di e-commerce seperti augmented reality, personalisasi berbasis data, hingga fitur interaktif kini membentuk cara baru dalam berbelanja dan berinteraksi dengan produk fashion. Inovasi tersebut memberi peluang bagi brand lokal untuk menampilkan karakter uniknya, sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk bereksperimen dengan gaya pribadi.
Salah satu yang terlibat dalam transformasi ini adalah Exit Official Shop, brand lokal yang telah hadir sejak 1990 dan terus beradaptasi dengan platform digital, serta Ana Octarina, Digital Creator sekaligus Co-Founder Leu, yang melihat kemajuan teknologi sebagai katalis lahirnya tren baru di industri mode. Keduanya memperlihatkan kolaborasi antara teknologi dan kreativitas lokal mampu menghidupkan kembali industri fashion Indonesia yang semakin adaptif terhadap perubahan perilaku konsumen.

Teknologi sebagai Medium Ekspresi
Dalam kesempatan terpisah, Director Business Partnership Shopee Indonesia, Daniel Minardi, menjelaskan bahwa Shopee berkomitmen mendukung pertumbuhan pelaku lokal agar dapat menjangkau pengguna lebih luas. Salah satu langkah konkretnya adalah peluncuran fitur baru Coba Virtual Shopee, yang memungkinkan pengguna mencoba produk fashion secara virtual sebelum membeli.
“Puncak Shopee 11.11 Big Sale akan menjadi momen penting bagi pengguna untuk berekspresi sekaligus menemukan produk fashion favorit mereka,” ujar Daniel. Ia menambahkan, fitur Coba Virtual dirancang untuk memperkaya pengalaman belanja secara lebih interaktif dan personal.
Fitur ini menggunakan teknologi berbasis augmented reality (AR). Pengguna dapat mengunggah foto diri atau menggunakan kamera langsung untuk melihat bagaimana pakaian atau aksesori akan tampak di tubuh mereka. Sistem mix & match di dalamnya juga memungkinkan eksplorasi gaya yang lebih bebas sesuai kepribadian pengguna.
Inovasi ini menunjukkan bagaimana e-commerce bergerak menuju pengalaman belanja yang lebih imersif. Belanja tidak lagi terbatas pada transaksi, melainkan menjadi sarana eksplorasi diri melalui teknologi visual dan personalisasi.
Dampak Nyata bagi Brand Lokal
Transformasi digital juga dirasakan langsung oleh pelaku industri seperti Exit Official Shop. Dengan beradaptasi di ekosistem Shopee, brand yang berdiri sejak 1990 ini kini mampu memproduksi hingga 40 jenis produk dengan ribuan unit setiap modelnya. Dalam tiga tahun terakhir, penjualannya meningkat tiga kali lipat per tahun, sekaligus membuka lapangan kerja bagi lebih dari 200 karyawan, sebagian besar perempuan di bidang kreatif dan produksi.
Menurut Anggi Fibrianti, Brand Manager Digital Marketing Exit Official, keberhasilan ini berawal dari konsistensi beradaptasi terhadap perubahan digital. “Bagi kami, fashion tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga tentang relevansi dan keberanian berinovasi di setiap masa,” katanya.
Kolaborasi dengan Shopee juga memperkuat posisi brand di ruang digital. Melalui fitur seperti Shopee Live dan Shopee Video, Exit Official berhasil memperluas jangkauan audiens. Kini, kedua fitur tersebut menyumbang lebih dari 60 persen total penjualan mereka.

Tren Fashion 2025 dan Ruang Baru bagi Kreativitas
Bagi Ana Octarina, teknologi membuka ruang bagi masyarakat untuk menemukan dan mengekspresikan gaya personal. Ia menilai, dua arus besar tengah membentuk tren mode 2025. Pertama, gaya hybrid comfort yang menekankan kenyamanan dan fleksibilitas. Kedua, personal identity styling yang lebih berani menonjolkan karakter pemakainya.
“Kalau dulu waktu umur dua puluhan, aku lebih suka gaya yang bold, seperti jaket kulit. Sekarang, aku cenderung memilih yang nyaman tapi tetap stylish,” ujar Ana. Ia menambahkan, fitur interaktif seperti Coba Virtual membantu pengguna menemukan keseimbangan antara inspirasi gaya dan kenyamanan saat memilih produk.
Puncak kampanye Shopee 11.11 Big Sale 2025 akan berlangsung pada 11 November mendatang dengan beragam penawaran. Namun di balik angka dan promo, kampanye ini merefleksikan perubahan besar di industri fashion digital Indonesia.
Kehadiran fitur interaktif seperti Coba Virtual menandai arah baru perkembangan e-commerce: bukan hanya mempercepat transaksi, tetapi juga memperkaya pengalaman pengguna. Teknologi kini menjadi medium untuk mengekspresikan diri, memperkuat brand lokal, dan menghubungkan kreativitas dengan identitas personal di ruang digital yang terus berkembang.

