Navaswara.com – Seni bisa membawa siapa pun ke tempat-tempat indah, bahkan hanya melalui sebuah jam tangan. Itulah semangat yang dibawa Swatch lewat seri Destination Art, koleksi yang menggabungkan karya seniman lokal dari berbagai negara ke dalam desain jam tangan edisi khusus. Tahun ini, giliran Indonesia yang menjadi sumber inspirasi dengan rilisan terbaru berjudul ZEITARUM, hasil kolaborasi Swatch dengan seniman visual asal Bandung, Wastana Haikal.
Dikenal lewat gaya ilustratif yang imajinatif dan ekspresif, Haikal banyak menaruh perhatiannya pada film, budaya, dan interaksi antar manusia. Untuk Swatch, ia menciptakan desain yang menggambarkan harmoni abadi antara manusia dan alam, berangkat dari kekayaan tradisi Indonesia. Dalam karyanya, ia menafsirkan ulang aksesori khas Nusantara menjadi enam makhluk imajinatif, masing-masing mewakili pulau besar Indonesia: Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
“Desain ini tentang bagaimana kita bisa memandang Indonesia sebagai satu kesatuan yang hidup berdampingan dengan alamnya,” kata Haikal. Ia juga menyiapkan kemasan khusus yang selaras dengan visual jam tangan, menjadikan karya ini bukan sekadar benda fungsional, melainkan pengalaman artistik yang bisa dikenakan.

ZEITARUM menjadi cara untuk merayakan identitas budaya dalam bentuk modern. Sementara untuk wisatawan, bisa menjadi kenangan visual yang menyimpan potongan semangat Nusantara untuk dibawa pulang. Koleksi ini dirilis pada 10 Oktober 2025, tersedia secara eksklusif di toko Swatch di Indonesia dan kanal daring resmi.
Sejak berdiri pada 1983, Swatch dikenal sebagai pembawa semangat positive provocation lewat desain Swiss yang berani dan penuh warna. Merek ini telah lama berkolaborasi dengan seniman lintas disiplin, membawa karya seni ke kehidupan sehari-hari. Melalui proyek seperti Swatch Art Peace Hotel di Shanghai, Swatch terus membuka ruang bagi seniman dunia untuk berkreasi, bertukar ide, dan menghadirkan seni dalam bentuk yang lebih dekat dengan manusia.
Dengan Destination Art ZEITARUM, Swatch mengajak publik melihat Indonesia bukan sekadar sebagai lokasi di peta, tapi sebagai inspirasi yang hidup di setiap garis, warna, dan imajinasi.
