Bikin Kopi ala Kafe di Rumah Sering Bikin Pusing? Simak Trik Praktis dari Juara Dunia Barista

Navaswara.com – Menikmati secangkir kopi enak di rumah sering kali menjadi angan-angan belaka bagi banyak orang. Bayangan akan deretan alat seduh yang rumit, teknik ekstraksi yang harus presisi, hingga hasil akhir rasa yang tak kunjung sesuai ekspektasi kerap membuat niat menyeduh kopi sendiri layu sebelum berkembang. Pada akhirnya, banyak yang menyerah dan merasa bahwa rutinitas menyesap kopi berkualitas memang hanya bisa dilakukan di kedai kopi profesional.

Berangkat dari keresahan gaya hidup tersebut, sebuah pendekatan berbeda ditawarkan untuk mendobrak stigma bahwa menyeduh kopi di rumah itu sulit. Melalui gelaran bertajuk Brew Takeover bersama Mikael Jasin, jenama perabot rumah tangga asal Swedia, IKEA, menyulap sudut tokonya menjadi sebuah kedai kopi interaktif. Tujuannya sederhana, yaitu memperlihatkan langsung kepada publik bahwa meracik kopi berkualitas bisa dilakukan dengan langkah yang sangat relevan dan mudah diaplikasikan di dapur sendiri.

Commercial Food Manager IKEA Indonesia, Ariane Vinsontia, menuturkan bahwa inisiatif ini sejalan dengan visi mereka untuk menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik, termasuk dalam rutinitas sekecil minum kopi.

“Bagi kami, kopi yang enak bukan hanya soal rasa, tetapi bagaimana produk kopi yang kami kembangkan dapat memberikan hasil yang seimbang dan konsisten ketika dibuat di rumah. Melalui kombinasi bahan dan pendekatan yang tepat, kopi enak tetap bisa dinikmati banyak orang di rumah,” ujarnya.

Guna membuktikan hal tersebut, Juara Dunia Barista 2024 Mikael Jasin turun langsung memperagakan proses penyeduhan. Pengunjung disuguhi sajian kekinian nan unik seperti Kopi Susu Biskuit dan Mocha Dubai Pistachio. Menariknya, racikan sekelas kafe ini dibuat hanya dengan memanfaatkan kombinasi bahan sederhana dan peralatan rumah tangga fungsional yang lumrah ditemukan di dapur sehari-hari.

Dalam meracik kopi, pemilihan bahan campuran ternyata memegang peranan yang sangat krusial. Mikael Jasin, yang juga merupakan duta merek Arummi Cashew Milk, membocorkan rahasianya. Susu nabati berbahan dasar kacang mete asli Indonesia ini dinilai mampu menyatu sempurna tanpa mendominasi karakter asli biji kopinya.

“Ketika dipadukan dengan cashew milk, kita bisa mendapatkan profil rasa yang berbeda, lebih creamy, ada nutty notes, sedikit umami, tapi tetap familiar. Jadi bukan sesuatu yang asing, justru menambah dimensi baru dalam rasa kopi sehari-hari,” jelas Mikael.

Lebih dari sekadar mengejar cita rasa, aspek keberlanjutan nyatanya juga menjadi sorotan utama dalam gaya hidup pencinta kopi masa kini. Biji kopi yang digunakan dalam inisiatif ini rupanya telah mengantongi sertifikasi Rainforest Alliance, sebuah jaminan bahwa kopi didapat melalui proses yang bertanggung jawab terhadap ekosistem dan kesejahteraan petani.

Sustainability Business Partner IKEA Indonesia, Ahmad Alhamid, menegaskan hal tersebut dan menyoroti pentingnya ketenangan batin konsumen.

“Menikmati kopi di rumah tidak hanya soal rasa, tetapi juga tentang kepercayaan terhadap produk yang digunakan. Melalui sertifikasi Rainforest Alliance, kami ingin memastikan bahwa kopi IKEA tidak hanya konsisten dari segi rasa, tetapi juga bagaimana proses di baliknya dilakukan,” ungkapnya.

Pada akhirnya, tren menyeduh kopi santai ini mengajak masyarakat luas untuk meredefinisi ritual ngopi di rumah. Menyeduh kopi tak lagi dilihat sebagai rutinitas yang memusingkan atau menuntut keahlian khusus, melainkan sebuah momen personal yang menenangkan, bertanggung jawab, dan tentunya sangat mudah dinikmati setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *