Mengenal Tradisi dan Kuliner Khas Desa Osing Kemiren Banyuwangi

Navaswara.com – Kabupaten Banyuwangi yang berada di ujung timur Pulau Jawa dikenal sebagai salah satu wilayah yang menyimpan kekayaan budaya yang tak pernah habis untuk digali. Salah satunya berada di kaki pegunungan Ijen. Di sana terdapat sebuah desa yang masih menjaga kuat tradisi leluhur, yakni Desa Adat Osing Kemiren.

Desa yang berada di Kecamatan Glagah, Banyuwangi ini dikenal sebagai pusat budaya Suku Osing, suku asli Banyuwangi yang memiliki bahasa, adat, seni, hingga kuliner yang khas. Keberadaan desa ini menjadi daya tarik wisata budaya yang unik karena wisatawan tidak hanya datang untuk melihat pemandangan, tapi juga merasakan langsung kehidupan masyarakat tradisional yang masih lestari.

Tradisi yang Masih Hidup di Tengah Modernitas

Daya tarik utama Desa Wisata Osing Kemiren adalah tradisi gedhogan menjadi pertunjukan budaya yang paling terkenal di desa ini. Tradisi tersebut dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen.

Dalam pelaksanaannya, para perempuan memainkan alu dan lesung sehingga menghasilkan irama musik tradisional yang berpadu dengan tabuhan gendang serta angklung. Suara yang dihasilkan menciptakan harmoni unik yang sayang untuk dilewatkan.

Selain gedhogan, masyarakat Osing juga memiliki pertunjukan Barong Ider Bumi yang rutin digelar setiap tahun setelah Hari Raya Idulfitri. Tradisi ini dipercaya sebagai ritual tolak bala untuk menjaga keselamatan desa. Dalam pelaksanaannya, Barong akan diarak mengelilingi kampung sambil diiringi musik tradisional.

Tidak hanya itu, desa ini juga dikenal sebagai tempat lahirnya banyak penari Gandrung Banyuwangi. Tarian Gandrung menjadi ikon budaya Banyuwangi yang menggambarkan rasa syukur masyarakat setelah panen. Hingga saat ini, seni tari tersebut tetap diajarkan kepada generasi muda agar tidak hilang ditelan zaman.

Kuliner Tradisional yang Menggoda Selera

Setelah menikmati berbagai pagelaran budaya, tidak lengkap rasanya berkunjung ke Kemiren tanpa menikmati kuliner khas Suku Osing. Desa ini terkenal dengan berbagai makanan tradisional yang masih dibuat menggunakan resep turun-temurun. Di sana, kita bisa menemukan pecel pitik, sego cawuk, hingga kopi khas Banyuwangi yang diolah secara tradisional.

Tak diolah sembarangan, proses memasak sajian-sajian tersebut masih dilakukan menggunakan alat tradisional sehingga cita rasanya tetap autentik. Tak sedikit wisatawan yang sengaja datang untuk merasakan pengalaman makan di rumah adat sambil menikmati pertunjukan seni tradisional yang digelar warga setempat.

Berbaur dan Bermalam di Desa Wisata Osing

Desa Wisata Osing Kemiren semakin dikenal usai ada di daftar 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024. Pengakuan tersebut menunjukkan bahwa desa ini memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata budaya kelas dunia.

Jika ingin menikmati waktu lebih lama, kita bisa menginap di homestay bergaya rumah Osing yang dikelola warga lokal. Pengalaman tinggal bersama masyarakat dapat membuat kita lebih dekat mengenal kehidupan sehari-hari Suku Osing, mulai dari mengenal bahasa, tradisi, hingga cara mereka menjaga warisan leluhur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *