BTN Pilih Perkuat Modal Demi Akselerasi Kredit dan Rumah Rakyat

Navaswara.com — Ruang rapat dipenuhi suasana serius namun optimistis, ketika jajaran manajemen dan pemegang saham menyepakati arah baru langkah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Di tengah dinamika ekonomi yang menuntut ketahanan dan keberanian ekspansi, keputusan penting diambil: seluruh laba bersih tahun 2025 ditahan untuk memperkuat permodalan.

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BTN Tahun Buku 2025 yang digelar pada Kamis, 23 April 2026, memutuskan tidak membagikan dividen atau menetapkan dividend payout ratio sebesar 0 persen. Sebanyak Rp3,5 triliun laba bersih dialokasikan sebagai saldo laba ditahan guna mendukung ekspansi kredit perseroan pada 2026.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menegaskan, kebijakan tersebut diambil sebagai langkah strategis untuk memperkuat struktur permodalan di tengah rencana pengambilalihan portofolio kredit bernilai besar.

“Keputusan ini untuk menjaga efisiensi sekaligus memperkuat kapasitas ekspansi. Dengan begitu, kami tidak perlu menerbitkan surat utang yang berpotensi menambah beban bunga,” ujar Nixon dalam konferensi pers.

Ia menjelaskan, portofolio kredit yang akan diakuisisi mencakup segmen produktif dan konsumtif dengan nilai transaksi lebih dari 20 persen ekuitas perseroan. Menurutnya, portofolio tersebut memiliki tingkat imbal hasil (yield) yang lebih baik serta rasio kredit bermasalah (NPL) yang lebih rendah dibandingkan portofolio eksisting BTN.

“Dengan akuisisi ini, kami proyeksikan rasio NPL BTN dapat ditekan di bawah 3 persen, sementara pendapatan bunga dan total kredit akan meningkat melampaui RKAP,” jelasnya.

Sejalan dengan penguatan modal tersebut, BTN menargetkan pertumbuhan kredit dan pembiayaan pada 2026 berada di kisaran 8 hingga 10 persen, dengan fokus pada sektor perumahan baik subsidi maupun non-subsidi. Langkah ini sekaligus mempertegas peran BTN sebagai motor penggerak pembiayaan sektor perumahan nasional.

Dalam konteks pembangunan ekonomi, strategi BTN memiliki dampak sosial yang signifikan, khususnya dalam memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak. Ekspansi kredit perumahan tidak hanya mendorong pertumbuhan sektor properti, tetapi juga menggerakkan rantai ekonomi yang melibatkan pelaku UMKM di sektor konstruksi dan pendukungnya.

Selain itu, BTN juga memperluas kolaborasi strategis, salah satunya dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam pengembangan kawasan hunian berbasis transit oriented development (TOD). Proyek ini mencakup pembangunan hunian vertikal di sejumlah lokasi strategis sebagai solusi kebutuhan perumahan di kawasan perkotaan.

RUPST juga menyetujui sejumlah agenda lainnya, termasuk Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026, Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2025–2029, serta perubahan recovery plan untuk memperkuat ketahanan keuangan perseroan.

Di sisi tata kelola, pemegang saham menyetujui perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris guna memperkuat kepemimpinan dan kesinambungan strategi bisnis. Nixon menyampaikan apresiasi kepada jajaran sebelumnya serta optimisme terhadap kepengurusan baru.

“BTN optimistis susunan pengurus yang baru akan semakin memperkuat kepemimpinan dalam mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutupnya.

Dengan langkah penguatan modal ini, BTN menegaskan arah strategisnya sebagai institusi keuangan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga berperan aktif dalam menghadirkan solusi pembiayaan yang berdampak langsung bagi masyarakat dan pembangunan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *