360 PPIH Bertolak ke Arab Saudi, Wamenhaj: Kita Siap Sukseskan Haji 2026

Navaswara.com – Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, melepas kloter pertama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede pada Jumat, (17/4/2026). Sebanyak 360 PPIH dari Daerah Kerja (Daker) Madinah dan Bandara dijadwalkan bertolak menuju Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah, Arab Saudi.

Wamenhaj menegaskan pentingnya kesiapan mental, spiritual, dan orientasi pelayanan bagi PPIH dalam menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. Dahnil mengingatkan bahwa PPIH merupakan ujung tombak keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji. Sehingga amanah besar dari masyarakat harus dijaga dengan sebaik-baiknya.

Para petugas yang diberangkatkan ini akan menjalani masa tugas paling lama dibandingkan kelompok lainnya.
Dahnil menjelaskan, petugas yang ditempatkan di Madinah memiliki durasi tinggal lebih panjang dibandingkan petugas di lokasi lain.

Dahnil menyebut rata-rata masa tugas bisa mencapai sekitar 70 hari di Tanah Suci, mencakup Madinah dan Mekkah.

“Anda yang hari ini berangkat adalah para petugas yang kemungkinan akan bertugas lebih lama dibanding petugas lainnya. Rata-rata lama tinggal Anda di Saudi Arabia atau Tanah Suci bisa mencapai 70 hari,” pesan Dahnil.

Dahnil menilai durasi penugasan yang panjang menjadi tantangan tersendiri bagi para petugas. Mereka harus meninggalkan keluarga dalam waktu yang tidak singkat, termasuk anak, pasangan, hingga orang tua.

“Pastikan Anda bisa mengelola dengan baik mental dan fisik. Karena mungkin sebagian besar dari Anda tidak terbiasa meninggalkan keluarga untuk waktu lama,” ujarnya.

Wamenhaj menekankan bahwa kesiapan mental tidak kalah penting dibandingkan kesiapan fisik. Menurutnya, kekuatan rohani harus menjadi penopang utama dalam menjalankan tugas pelayanan haji.

Dahnil mengingatkan bahwa tugas PPIH bukan sekadar pekerjaan administratif, melainkan bagian dari ibadah dan misi suci dalam melayani jemaah haji Indonesia.

“Maka dari itu, niatkan pelepasan hari ini bahwa kita semua ingin menunaikan ibadah melalui jalan petugas haji. Kita ingin melayani jemaah haji dan memastikan misi haji Indonesia sukses,” Dahnil mengingatkan.

Wamenhan menyinggung dinamika geopolitik global yang tidak sepenuhnya stabil. Para petugas pu diminta tetap menjaga kesiapan dalam berbagai kondisi.

Dahnil menekankan bahwa tugas PPIH bukan sekadar pekerjaan teknis, melainkan bagian dari ibadah dan misi suci yang harus dijalankan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab

“Kita siap menyukseskan Haji 2026. Kesiapan mental menjadi penting, termasuk kemampuan mengelola emosi, agar kekuatan fisik yang kita miliki benar-benar ditopang oleh kekuatan rohani yang siap,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *