Jalan Desa Ciandur Dibangun, Warga Sambut Antusias Program Bang Andra Dorong Akses Ekonomi

Navaswara.com – Senyum lega dan harapan baru terpancar dari wajah warga Desa Ciandur, Kecamatan Saketi, saat kabar pembangunan jalan desa akhirnya sampai ke telinga mereka. Jalan yang selama ini licin saat hujan dan menyulitkan aktivitas kini akan segera diperbaiki, membuka harapan baru bagi mobilitas dan kehidupan ekonomi warga. Di tengah antusiasme itu, Gubernur Banten Andra Soni memastikan pembangunan ruas jalan Polsek Saketi–Pematang akan segera direalisasikan melalui program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra).

Kabar pembangunan tersebut disambut positif masyarakat. Warga berharap perbaikan jalan dapat mempermudah aktivitas sehari-hari, mulai dari akses ke pasar, sekolah, hingga layanan kesehatan.

“Terima kasih Pak Gubernur sudah mau bangun jalan di desa kami. Semoga lancar pembangunannya,” ujar Umiyah (44), warga Desa Ciandur.

Hal senada disampaikan Ebi Suhaebi (54) yang menilai pembangunan jalan akan berdampak langsung pada kelancaran aktivitas warga. Ia juga menegaskan kesiapan masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat infrastruktur yang dibangun.

Gubernur Banten Andra Soni menjelaskan, program Bang Andra merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah perdesaan. Program ini juga selaras dengan arah kebijakan nasional dalam memperkuat pembangunan berbasis desa.

“Saat ini kita memiliki pemimpin yang fokus membangun dari desa. Ini sejalan dengan Astacita ke-6, yaitu membangun dari desa untuk pemerataan ekonomi,” ujarnya.

Menurut Andra, selama ini pembangunan jalan desa kerap terkendala keterbatasan anggaran yang hanya bersumber dari dana desa. Padahal, kebutuhan infrastruktur terus meningkat seiring tingginya mobilitas masyarakat.

Melalui intervensi pemerintah provinsi, pembangunan jalan diharapkan dapat dipercepat secara bertahap dan berkelanjutan. Ia menyebutkan, ruas jalan tersebut nantinya akan dibangun hingga terhubung ke wilayah Majau.

“Insya Allah kita kerjakan bertahap. Panjang jalan desa yang harus ditangani cukup banyak, jadi perlu waktu,” katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten Arlan Marzan menambahkan, pada tahun 2026 pembangunan akan difokuskan sepanjang 1,6 kilometer dengan lebar empat meter menggunakan konstruksi beton.

“Anggaran yang disiapkan sekitar Rp4,8 miliar dan difokuskan pada titik kerusakan paling parah agar manfaatnya cepat dirasakan,” jelasnya.

Ia juga memastikan pembangunan akan dilanjutkan pada tahun berikutnya untuk menyambungkan akses hingga ke Majau, sehingga manfaatnya lebih optimal bagi masyarakat.

Selain pembangunan fisik, Andra Soni turut mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mendukung pembangunan, salah satunya melalui kesadaran membayar pajak kendaraan bermotor yang menjadi sumber pembiayaan infrastruktur.

“Pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali dalam bentuk pembangunan seperti jalan ini,” ujarnya.

Program Bang Andra tidak hanya menjadi solusi atas persoalan infrastruktur, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi lokal. Akses jalan yang lebih baik diharapkan mampu memperlancar distribusi barang, mempercepat mobilitas tenaga kerja, serta mendorong pertumbuhan usaha masyarakat desa secara berkelanjutan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *