Aksi Nyata Generasi Muda Indonesia: Mahasiswi Unpad Petakan Masalah Air Bersih di Cileles, Sumedang

Navaswara.com – Ketersediaan air bersih dan sanitasi masih menjadi isu bagi sebagian besar masyarakat di dunia. World Health Organization mencatat bahwa 1 dari 4 orang di dunia (sekitar 2,1 miliar penduduk) masih belum memiliki akses terhadap air minum yang dikelola secara aman, sementara 3,4 miliar orang belum memiliki akses sanitasi air yang layak. Dalam skala nasional, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa hanya 10,30% rumah tangga memiliki akses terhadap sanitasi aman dan sekitar 6,78% masyarakat masih belum memiliki akses terhadap sumber air minum yang layak.

Keterbatasan ini tidak hanya berdampak pada meningkatnya risiko penyakit, tetapi juga menurunkan produktivitas masyarakat karena gangguan kesehatan. Pada akhirnya, hal ini dapat menghambat kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah-wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap air bersih dan sanitasi.

Keadaan ini menggelitik hati Josephine Sophie Mathilda Sagala. Mahasiswi Universitas Padjajaran dan penerima Beasiswa SCG Sharing the Dream 2025, meluncurkan “Clean Water for All”, sebuah proyek penelitian kualitas air, karakteristik dan kondisi air di Desa Cileles, Kec. Jatinangor, Jawa Barat.

Menggunakan pendekatan ilmiah, proyek tersebut berhasil mengevaluasi 16 titik area Desa Cileles serta mendapatkan gambaran komprehensif tentang kondisi kualitas air di area-area tersebut. Melalui proyek penelitian ini, Josephine berharap dapat memberikan informasi mengenai kondisi kualitas air Desa Cileles, mengedukasi masyarakat melalui sosialisasi terhadap hasil evaluasi, serta meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan air yang berkelanjutan.

“Ini menjadi salah satu bentuk pengabdian saya kepada masyarakat supaya saya lebih berdampak lagi dan memberikan manfaat lebih ke masyarakat. Apalagi, air bersih juga merupakan salah satu kebutuhan yang cukup penting bagi masyarakat di dunia ini, khususnya juga di desa Cileles. Harapan saya, projek ini dapat memberikan akses air bersih dan masyarakat tetap merasa aman untuk menggunakan air dalam kehidupan sehari-hari sesuai panduan yang diberikan,” tutur Josephine.

Josephine adalah salah satu penerima Beasiswa SCG Sharing the Dream, program flagship SCG yang diperuntukkan bagi siswa SMA/sederajat dan mahasiswa S1 di Indonesia. Pada tahun ini, ia terpilih bersama 427 penerima lainnya, yang terdiri dari 415 siswa SMA dan 12 mahasiswa sarjana, untuk mendapatkan dukungan pendidikan tersebut. Memasuki tahun ke-14, program SCG Sharing the Dream telah menyalurkan lebih dari Rp22,000,000,000 kepada pelajar di berbagai wilayah operasional perusahaan, termasuk Jakarta, Bogor, Tangerang Selatan, Bekasi, Karawang, Bandung, Sukabumi, Lebak, hingga Gresik. Selain memberikan bantuan pendidikan, SCG juga berkomitmen untuk mendampingi para penerima beasiswa dalam upaya mengembangkan dan merealisasikan proyek komunitas (community project) yang mereka inisiasi secara mandiri.

Pattaraphon Charttongkum, President Director SCG Indonesia mengungkapkan rasa bangganya terhadap inisiatif Josephine.

“Kami bangga dapat mendukung proyek Clean Water for All, sebuah inisiatif penelitian kualitas air yang diinisiasi oleh salah satu penerima beasiswa SCG Sharing the Dream 2025. Kami meyakini bahwa program ini dapat membantu masyarakat Desa Cileles dalam memahami kualitas air dari berbagai titik yang telah diobservasi. Upaya ini sejalan dengan prinsip bisnis Inclusive Green Growth, di mana kami berkomitmen menghadirkan inovasi hijau melalui pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ke depan, kami berharap proyek ini dapat memberikan manfaat nyata, baik bagi pemerintah desa maupun seluruh masyarakat Desa Cileles,”paparnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *