CFX Connect Vol 2 Dorong Kepercayaan Aset Digital Lewat Kolaborasi Regulasi dan Literasi

Navaswara.com — Antusiasme generasi muda terlihat memenuhi ruang diskusi saat isu masa depan aset digital dibedah dari berbagai perspektif. Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital, PT Central Finansial X menghadirkan forum CFX Connect Vol 2 sebagai ruang kolaborasi untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap industri aset keuangan digital di Indonesia.

Kegiatan yang digelar di Auditorium R. Soeria Atmadja, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Kamis (9/4/2026) tersebut mengangkat tema membangun kepercayaan dalam ekonomi aset keuangan digital melalui peran regulasi, infrastruktur pasar, dan literasi generasi muda.

Forum ini mempertemukan pelaku industri, regulator, dan akademisi untuk membahas penguatan ekosistem aset digital yang berkelanjutan. Diskusi menyoroti pentingnya keseimbangan antara inovasi dan tata kelola dalam menjaga stabilitas industri.

Direktur Utama CFX, Subani, menegaskan bahwa literasi menjadi faktor kunci dalam membangun fondasi industri yang kuat, terutama karena dominasi generasi muda dalam kepemilikan aset digital.

“Mayoritas pemilik aset keuangan digital berusia di bawah tiga puluh lima tahun. Generasi ini menjadi kelompok terbesar yang beraktivitas di kripto,” ujarnya.

CFX juga menegaskan komitmennya untuk mendorong pasar yang transparan, akuntabel, dan terpercaya sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan publik.

Dari sisi regulator, Deputi Direktur Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto Otoritas Jasa Keuangan, Yogi Syamriadi, menyampaikan bahwa penguatan tata kelola menjadi fokus utama pengembangan industri.

“OJK ingin meningkatkan aspek governance sebagai fondasi utama. Konsumen akan melalui proses KYC untuk memastikan kelayakan, serta dilakukan pengawasan terhadap transaksi,” jelasnya.

Sementara itu, Co-Founder Bukalapak, Fajrin Rasyid, menyoroti pesatnya perkembangan ekonomi digital di Asia dalam satu dekade terakhir. Ia mengingatkan pentingnya literasi keuangan agar masyarakat dapat mengambil keputusan investasi secara bijak.

“Regulasi mulai diterapkan dan minat investasi meningkat, meski tidak semua berhasil. Penting bagi konsumen untuk memahami investasi sebelum terlibat,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan Dosen FEB UI Rahmat A Baskoro yang menekankan bahwa literasi keuangan harus menjadi tanggung jawab bersama antara pelaku industri dan pemangku kepentingan.

“Pelaku industri tidak hanya berfokus pada penjualan, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan pemahaman investor,” katanya.

Selain diskusi, kegiatan ini juga menghadirkan sesi tanya jawab interaktif serta final kompetisi CFX Lab yang melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem yang inklusif dan berkelanjutan.

Dari perspektif bisnis dan ekonomi, forum ini menjadi sinyal kuat bahwa industri aset digital di Indonesia terus bergerak menuju fase yang lebih matang, dengan penekanan pada tata kelola, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.

Ikuti terus perkembangan ekonomi digital dan inovasi industri masa depan hanya di Navaswara.com dan bagikan informasi ini untuk meningkatkan literasi dan kepercayaan publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *