Percepatan Rehab Rekon Jadi Fokus, Pemerintah Dorong Pemulihan Menyeluruh di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Navaswara.com — Pemerintah mempercepat langkah pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Tidak hanya membangun kembali infrastruktur, tetapi juga memastikan kehidupan masyarakat bisa segera pulih secara menyeluruh.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menegaskan bahwa percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) menjadi prioritas utama pemerintah saat ini. Hal itu disampaikan dalam rapat tingkat menteri Tim Pengarah Satgas Percepatan Penanganan Rehab Rekon Pascabencana yang digelar di Jakarta.

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Tim Pengarah Satgas, Pratikno mengajak seluruh jajaran untuk membedah berbagai hambatan yang masih mengemuka, baik di tingkat administratif maupun di lapangan. Evaluasi ini penting agar setiap kendala bisa segera diatasi dan tidak menghambat proses pemulihan.

Menurutnya, progres penanganan yang telah berjalan menunjukkan hasil yang cukup baik. Namun, langkah ke depan harus lebih cepat dan terkoordinasi agar dampaknya benar-benar dirasakan oleh masyarakat terdampak.

“Capaian sudah bagus, tetapi kita harus segera melangkah ke tahap berikutnya,” ujarnya.

Lebih jauh, pemerintah menekankan bahwa pemulihan pascabencana tidak bisa hanya berfokus pada pembangunan fisik. Infrastruktur memang penting, tetapi yang tidak kalah krusial adalah memulihkan kehidupan masyarakat secara utuh mulai dari layanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga aktivitas ekonomi.

Arahan ini sejalan dengan kebijakan Presiden untuk memastikan penanganan bencana dilakukan secara cepat, tepat, dan akuntabel, dengan orientasi utama pada pemulihan kualitas hidup masyarakat.

Sebagai langkah konkret, pemerintah tengah memfinalisasi rencana induk rehabilitasi dan rekonstruksi yang dikoordinasikan oleh Kementerian PPN/Bappenas. Dokumen ini akan menjadi acuan utama agar seluruh program berjalan lebih terarah dan terintegrasi.

Di sisi lain, tantangan belum sepenuhnya selesai. Pemerintah juga masih harus menghadapi potensi bencana susulan yang terjadi di sejumlah wilayah. Situasi ini membuat penanganan darurat tetap berjalan berdampingan dengan proses pemulihan jangka menengah.

“Kita juga terus mengantisipasi tanggap darurat karena bencana masih terjadi di beberapa wilayah,” jelas Pratikno.

Dalam konteks ini, sinergi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah menjadi kunci utama. Tanpa koordinasi yang kuat, percepatan pemulihan akan sulit tercapai secara optimal.

Rapat tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat terkait, antara lain Muhaimin Iskandar, Tito Karnavian, Dody Hanggodo, serta Kepala BNPB dan perwakilan kementerian/lembaga lainnya.

Di tengah upaya besar ini, satu hal menjadi garis bawah: pemulihan pascabencana bukan sekadar membangun kembali yang rusak, tetapi mengembalikan kehidupan dengan harapan yang kembali tumbuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *