Navaswara.com — AC Milan menutup rangkaian pramusim 2026 dengan kemenangan telak usai menaklukkan Manchester United 4-2 pada pertandingan persahabatan di Wrocław Stadium, Polandia. Laga ini berlangsung menarik karena kedua tim sempat bergantian memimpin sebelum Milan akhirnya tampil lebih efektif pada babak kedua.
Manchester United sebenarnya sudah memberikan kejutan ketika pertandingan baru berjalan sekitar dua menit. Berawal dari sepak pojok yang dilepaskan Bruno Fernandes, Harry Maguire berhasil memenangkan duel udara dan menyundul bola ke arah gawang.
Kiper muda Milan, Lorenzo Torriani, tidak mampu menghentikan bola sehingga United langsung unggul 1-0. Gol cepat tersebut membuat Setan Merah berada dalam posisi ideal, tapi Milan tidak membutuhkan waktu lama untuk meningkatkan tekanan.
Ruben Loftus-Cheek beberapa kali mencoba mengancam dari luar kotak penalti, tapi penjaga gawang United Senne Lammens masih mampu menggagalkan peluangnya.
Milan akhirnya mendapatkan gol penyeimbang pada menit ke-37. Gonçalo Ramos berhasil menemukan ruang di sisi kiri sebelum mengirimkan bola yang kemudian disambar Samuel Chukwueze.
Sepakan Chukwueze mengubah kedudukan menjadi 1-1. United sebenarnya memiliki kesempatan untuk kembali unggul sebelum turun minum setelah wasit memberikan hadiah penalti pada menit ke-41.
Bruno Fernandes maju sebagai eksekutor, tapi tendangannya ke arah kanan gawang berhasil dibaca dan ditepis Torriani. Skor 1-1 pun bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua, Manchester United kembali mendapatkan momentum. Pada menit ke-51, Patrick Dorgu membawa tim asuhan Michael Carrick kembali unggul 2-1.
Gol tersebut tercipta setelah kesalahan pemain Milan ketika melakukan backpass, yang dimanfaatkan Dorgu untuk merebut bola dan menaklukkan Torriani. Namun, keunggulan United hanya bertahan enam menit.
Milan kembali menunjukkan respons cepat melalui Chukwueze yang menusuk dari sisi kanan dan mengirimkan umpan ke tiang jauh. Alphadjo Cisse berada di posisi yang tepat untuk menyelesaikan peluang tersebut dan membuat skor kembali imbang 2-2.
Setelah kedudukan kembali imbang, pertandingan justru semakin menjadi milik Milan. Chukwueze kembali berperan besar pada menit ke-68 ketika umpan silangnya disambut sundulan Gonçalo Ramos.
Bola meluncur ke gawang dan membuat Milan untuk pertama kalinya berbalik unggul 3-2. Ramos menjadi salah satu pemain yang paling menonjol karena selain mencetak gol, ia juga terlibat langsung dalam terciptanya gol pertama Milan. Chukwueze sendiri menjadi motor serangan Milan dengan kontribusi satu gol dan dua assist.
Hanya beberapa menit berselang, Milan semakin menjauh. Ruben Loftus-Cheek menggiring bola dari sisi kanan menuju kotak penalti sebelum melepaskan tembakan ke tiang dekat.
Lammens tidak mampu membendung sepakan tersebut sehingga skor berubah menjadi 4-2 untuk Milan pada menit ke-72. Empat gol Milan dicetak oleh empat pemain berbeda, yakni Chukwueze, Cisse, Ramos, dan Loftus-Cheek.
Setelah itu, United berusaha memberikan tekanan untuk memperkecil ketertinggalan, tetapi Torriani tampil solid di bawah mistar dan mampu meredam sejumlah serangan. Hingga peluit panjang berbunyi, Milan mempertahankan keunggulan 4-2.
Hasil ini menjadi kemenangan pertama Milan di bawah Ruben Amorim pada rangkaian pramusim sekaligus terasa spesial karena lawannya adalah Manchester United, klub yang pernah dilatihnya.
Sebaliknya, Michael Carrick mengakui bahwa timnya memang tidak tampil pada level yang diharapkan. Ia menilai tidak ada alasan yang bisa dijadikan pembenaran atas performa tersebut dan menegaskan bahwa tim harus belajar dari kesalahan yang terlihat dalam pertandingan.

