Pertamina Perkuat Sinergi Pemerintah untuk Ketahanan Energi Nasional

Navaswara.com – Pertamina memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan kementerian/lembaga untuk mendorong ketahanan energi nasional.

Sinergi tersebut mencakup peningkatan produksi migas, penguatan rantai pasok energi, pengembangan biofuel, hingga panas bumi. Langkah ini diarahkan untuk meningkatkan pemanfaatan energi domestik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Pembahasan mengenai agenda tersebut dilakukan dalam kegiatan Sinergi Ketahanan Energi Nusantara di Yogyakarta, Kamis (13/8/2026).

Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan mengatakan kolaborasi pemerintah dan Pertamina diperlukan agar berbagai agenda strategis sektor energi dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

“Semangatnya one team, one objective, yaitu memastikan energi tersedia tepat waktu untuk seluruh Indonesia dengan biaya yang efisien,” ujar Iriawan.

Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan menilai pembangunan ketahanan energi membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk dalam aspek tata ruang, ketersediaan lahan, dan kepastian hukum.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza mengatakan Pertamina terus mengoptimalkan potensi energi nasional, mulai dari peningkatan produksi migas hingga pengembangan energi rendah karbon.

Pertamina juga mendorong pengembangan biofuel untuk mengurangi impor BBM serta memperkuat pemanfaatan panas bumi sebagai sumber energi bersih.

Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menegaskan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam membangun ekosistem energi yang kuat.

“Ketahanan energi membutuhkan sinergi yang kuat. Kolaborasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan menjadi penting untuk meningkatkan pemanfaatan sumber daya energi domestik,” ujarnya.

Pertamina memastikan penguatan sinergi dari sektor hulu hingga hilir akan terus dilakukan untuk mendukung kemandirian energi sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.