6 Hal Menarik Film Operasi Pesta Copet, Syuting di Tengah Pestapora

Navaswara.com — Festival musik identik dengan hiburan, tetapi di Operasi Pesta Copet keramaian justru menjadi arena berburu ponsel curian.

Film Operasi Pesta Copet siap meramaikan bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026. Film komedi garapan Imajinari ini menghadirkan Iqbaal Ramadhan bersama Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, dan Kawai Labiba dalam kisah empat anak muda yang bertahan hidup dengan menjadi copet di festival musik.

Di balik premisnya yang mengundang tawa, film ini juga mengangkat persoalan sosial yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Berikut enam faktanya.

1. Debut penyutradaraan film panjang Edy Khemod

Operasi Pesta Copet menjadi film panjang pertama yang disutradarai Edy Khemod. Sebelumnya, ia lebih dikenal lewat karya-karya video musik dan film pendek.

Proyek ini juga melalui proses pengembangan yang cukup panjang, yakni hampir tiga tahun sejak pertemuan awal Edy Khemod dengan rumah produksi Imajinari pada 2023.

2. Ceritanya tentang empat copet amatir di festival musik

Film ini mengikuti kisah Ijal, Adut, Tia, dan Melodi yang menyamar sebagai penonton biasa di sebuah festival musik.

Target mereka bukan dompet atau tas, melainkan ponsel para pengunjung. Dari situ, berbagai situasi tak terduga dan penuh komedi mulai bermunculan.

3. Angkat isu mahalnya biaya hidup dan sulit cari kerja

Di balik unsur komedinya, Operasi Pesta Copet juga menyinggung tekanan ekonomi yang dialami banyak anak muda.

Keempat tokohnya bukan digambarkan sebagai penjahat, melainkan orang-orang yang terdesak keadaan akibat mahalnya biaya hidup dan sulit memperoleh pekerjaan.

Iqbaal Ramadhan juga menegaskan hal tersebut.

“Karakter-karakter di film Operasi Pesta Copet itu sebenarnya bukan orang jahat,” kata Iqbaal saat ditemui di Jakarta. Menurutnya, mereka hanyalah anak muda yang terdesak kondisi ekonomi.

4. Iqbaal Ramadhan mengaku belajar mencopet

Demi memerankan Ijal, Iqbaal mengaku menjalani salah satu transformasi paling menantang sepanjang kariernya. Ia harus mempelajari teknik mencopet agar gerakannya terlihat meyakinkan di depan kamera. Latihan tersebut dilakukan secara intensif demi membangun karakter yang terasa alami. Menurut Iqbaal, tantangan itu berbeda dari peran-peran yang pernah ia jalani sebelumnya.

“Transformasi paling nekat yang pernah kulakukan. Paling susah, harus menguasai skill mencopet,” ujar Iqbaal.

5. Syuting di tengah festival musik sungguhan

Salah satu hal yang membedakan film ini adalah lokasi syutingnya. Sebagian besar adegan direkam langsung di tengah festival musik Pestapora yang dipadati puluhan ribu pengunjung.

Artinya, kerumunan yang terlihat di layar bukan figuran, melainkan penonton asli yang sedang menikmati acara.

6. Sempat berganti judul sebelum tayang

Sebelum resmi memakai judul Operasi Pesta Copet, film ini sempat diperkenalkan sebagai Operasi Pesta Pora.

Judul tersebut kemudian diubah mengikuti perkembangan cerita. Tim kreatif menilai kata “copet” lebih mewakili fenomena yang ingin diangkat, yakni ketimpangan sosial yang mendorong sebagian orang melakukan tindakan kriminal demi bertahan hidup.

Film produksi Imajinari bersama Angin Segar dan Boss Creator ini diproduseri Ernest Prakasa, Dipa Andika, Iqbaal Ramadhan, serta James Erlangga, dan dijadwalkan tayang di bioskop mulai 27 Agustus 2026.